![]() |
| Imlek Festival 2577 yang digelar di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta sejak 22 Februari yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan, terbuka untuk umum (Foto:dok. Bakom RI) |
Masyarakat dapat
menikmati festival budaya, bazar ratusan brand lokal, berburu hidangan untuk
berbuka puasa, berbelanja kebutuhan menjelang Hari Raya Idul fitri, hingga Cek
Kesehatan Gratis (CKG).
Layanan CKG menjadi
salah satu kegiatan yang diminati pengunjung, salah satunya Yasmin Nuramadani
(25). Ia mengaku datang untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan, berbuka puasa,
sekaligus menikmati suasana festival.
“Menurut saya (Imlek
Festival) bermanfaat karena memberikan kesempatan untuk orang-orang di Jakarta
CKG, juga ngabuburit di bulan puasa ini,” ujar Yasmin.
![]() |
| Imlek Festival 2577 yang digelar di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) |
Menurut Yasmin, Imlek Festival yang dihadirkan dalam suasana Ramadan memperlihatkan wajah keberagaman Indonesia. Sesuai dengan tema Imlek Festival 2577, yaitu Harmoni Imlek Nusantara. “Menurut saya bagus karena beragamnya kelihatan sih. Jadi enggak hanya di Imlek saja, tapi karena bertepatan juga di bulan puasa, jadi terasa juga Ramadannya di acara,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan
yang mempertemukan budaya ini bisa terus berjalan lancar dan terus diadakan ke
depan. “Semoga lancar terus acaranya dan bisa diadain lebih sering lagi,”
ucapnya.
![]() |
| Masyarakat yang Antusias saat mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Imlek Festival 2577 yang digelar di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta (Foto:dok.Bakom RI) |
“Ini juga bukan donor
darah pertama ya. Tapi ini yang donor darah pertama yang dilakukan pas ada
event Imlek seperti ini,” ujarnya usai mendonorkan darah. Kegiatan sosial, Hana
mengatakan, menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan partisipasi
masyarakat.
“Menurut saya sih ini
bagus. Apalagi ada stok darah yang lagi menipis, kayak darah A sama darah AB.
Kebetulan saya sendiri darah A, makanya saya tergugah pas melihat postingan ada
donor darah di sini. Jadi saya berpartisipasi,” katanya.
Lebih lanjut Hana
menambahkan, sejak awal pendaftaran panitia sudah mencantumkan kesediaan donor
di bulan puasa. “Dari formulirnya sendiri itu sudah ada keterangan kalau kita
bersedia donor pas bulan puasa,” ucapnya.
Menurutnya, Imlek
Festival 2577 bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga ruang untuk saling
mengenal lintas budaya. “Yang merayakan Imlek itu termasuk minoritas. Jadi biar
kita lebih tahu tentang kebudayaannya, jadi kita enggak asing dengan
budaya-budaya Tionghoa,” tuturnya.
Imlek Festival 2577
yang digelar pada 22 Februari hingga 3 Maret 2026 ini menghadirkan berbagai
elemen budaya yang memperlihatkan kekayaan Nusantara sekaligus ruang kolaborasi
lintas negara.
Selain pertunjukan seni
tradisional, festival ini juga menampilkan ragam kuliner, pakaian adat, hingga
alat musik dari berbagai daerah hingga atraksi Barongsai. Jessica berharap
festival ini tidak berhenti sebagai agenda satu kali. “Semoga ke depannya akan
ada Imlek Festival tahun-tahun setelahnya,”ucapnya.
Imlek Festival 2577
terbuka untuk umum tanpa biaya masuk dan berlangsung setiap hari pukul
15.00–22.00 WIB. Informasi lengkap mengenai seluruh rangkaian acara dapat
diakses melalui akun Instagram resmi @imlekfestival. (DE/TIM)







0 Komentar