Imigrasi Pastikan Informasi Data eVisa Bocor itu Hoax

Direktur Jendera Imigrasi, Hendarsam Marantoko (Foto:dok)
Jakarta, KORANTRANSAKSI.com – Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melakukan investigasi terkait informasi perentasan sistem visa elektronik atau e-Visa Indonesia yang menyebabkan 3 juta data Imigrasi bocor di media sosial dan memastikan hal itu adalah hoaks.

Dalam hal ini, Direktur Jendral Imigrasi, Hendarsam Marantoko menyampaikan bahwa, kabar tersebut tidak benar adanya. “Itu Hoax”, ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, imigrasi telah atensi khusus terhadap kejadian tersebut dan langsung melakukan pengecekan pada hari kabar itu diperoleh. “Tidak benar bahwa data imigrasi telah mengalami kebocoran,” ujarnya.

Menurutnya, ukti bahwa informasi itu bohong berdasarkan unggahan yang beredar disebut bahwa klaim tersebut masih belum terverifikasi dan kredibilitas pengunggah tergolong rendah dikarenakan menggunakan akun baru.

Hendarsam pun menambahkan, dari investigasi awal, ditemukan perbedaan field database yang beredar dengan field database milik imigrasi. “Kami pastikan bahwa tidak ada akses langsung ke database imigrasi, dan data tersebut diduga berasal dari login pengguna layanan yang disalahgunakan,” ungkapnya.

Informasi kebocoran data imigrasi ini beredar dalam sebuah unggahan di media sosial. Data imigrasi itu dibocorkan dan diperjualbelikan di situs dark web. Pemilik akun mengklaim telah membocorkan 3 juta data dari laman e-Visa Indonesia (https://evisa.imigrasi.go.id/).

Pemilik akun menyebut data itu mencakup nomor paspor, nama lengkap, status visa hingga pengindetifikasi visa. Hendarsam menegaskan komitmen Ditjen Imigrasi untuk mengoptimalkan kenyamanan dan keamanan pada seluruh layanan keimigrasian. “Imigrasi terus berkomitmen untuk mengoptimalkan kenyamanan dan keamanan pada seluruh layanan keimigrasian,” kata Hendarsam. (TIM)

 

Posting Komentar

0 Komentar