Sempat Terkendala, Wamenhaj Pastikan Masalah Visa Petugas Haji Rampung

Wakil Menteri Haji Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto:dok)
Jakarta, KORANTRANSAKSI.com - Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan, seluruh persoalan visa petugas haji yang sempat dibatalkan sudah selesai diatasi Kantor Urusan Haji di Arab Saudi. Dengan rampungnya proses visa tersebut, para petugas haji yang akan meliput ibadah haji tahun ini dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci.

"Jadi teman-teman wartawan yang mau berangkat jangan khawatir, 40 tim itu yang wartawan yang harusnya berangkat tadi malam, saya dapat laporan dari Kepala Kantor Urusan Haji kami di Saudi itu sudah beres," ucap Dahnil.

Dahnil mengakui sebelumnya ada sekitar 40 wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) 2026, belum mendapatkan visa. Setelah visa terbit, permasalahan lain pun muncul karena adanya pembatalan akibat persoalan administrasi sektoral.

"Kemarin itu memang sempat ada 40 wartawan yang belum dapat visanya. Setelah keluar visanya, kemudian ter-cancel karena ada masalah administratif sektoral," tuturnya. Wamenhaj memandang bahwa kendala terkait visa ini sering kali terjadi tiap musim haji yang umumnya disebabkan karena kebijakan Pemerintah Arab Saudi atau terdapat kendala teknis.

"Hampir setiap tahun memang kan kendala visa selalu muncul, terutama dari pihak Saudi Arabia. Biasanya mereka ada proses screening, ada masalah administrasi dan sebagainya," ujar Dahnil.

Adapun, sebanyak 360 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriah atau 2026 Masehi Daker Bandara dan Madinah akan bertolak menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada hari ini, Jumat.

Wamenhaj mengingatkan bahwa PPIH merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan haji, sehingga amanah besar dari masyarakat harus dijaga dengan sebaik-baiknya. "Ini adalah misi suci untuk diri Anda (petugas haji) semuanya, untuk keluarga Anda, untuk bangsa dan tentu untuk agama. Ini adalah kebanggaan yang harus kita tunaikan," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf telah memberikan klarifikasi terkait adanya laporan 320 visa petugas haji yang mengalami hambatan. Dia memastikan persoalan ini tidak akan menggagalkan keberangkatan para petugas haji.

Berdasarkan hasil verifikasi ulang yang dilakukan Kemenhaj, diketahui bahwa sebagian besar visa yang mengalami pembatalan atau kendala adalah milik petugas yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH). (TIM)

 

Posting Komentar

0 Komentar