![]() |
| (Foto:dok) |
Saat
alat tersebut mengalami kendala, pria itu diduga menendang dua pembatas kaca
hingga rusak sebelum menuju pesawat yang akan membawanya kembali ke China.
Laporan media lokal menyebutkan bahawa, pria tersebut kembali menendang gerbang
kaca setelah gagal menggunakan sistem otomatis dengan benar.
Ia
kemudian memaksa masuk tanpa menyelesaikan proses imigrasi yang diwajibkan. Rekaman
video yang beredar di media sosial memperlihatkan pria itu membanting dokumen
perjalanannya sebelum menendang pembatas kaca dan memaksa melewati gerbang
otomatis tersebut.
Petugas
keamanan dan pihak berwenang segera turun tangan untuk menahan pelaku. Ia
kemudian didakwa atas kerusakan properti dengan ancaman denda hingga 60.000
baht atau sekitar Rp 32 juta, penjara maksimal tiga tahun, atau keduanya.
Selain kasus perusakan properti, pria tersebut juga didakwa karena melontarkan
kata-kata kasar kepada petugas yang sedang bertugas.
Jika
terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara hingga satu tahun, denda 20.000
baht atau sekitar Rp 10 juta, atau keduanya. Pihak imigrasi Thailand telah
mencabut visa pria tersebut dan memasukkannya ke dalam daftar hitam permanen,
sehingga ia tidak dapat kembali masuk ke Thailand.
Setelah
seluruh proses hukum selesai, pria itu diperkirakan akan langsung dideportasi
ke negara asalnya. Insiden ini terjadi hanya sepekan setelah Kementerian Dalam
Negeri Thailand memerintahkan aparat setempat untuk menindak tegas warga asing
yang melanggar hukum, mengintimidasi warga, atau berperilaku tidak pantas di
ruang publik.
Dalam
beberapa bulan terakhir, banyak keluhan muncul terkait perilaku wisatawan asing
yang dianggap mengganggu ketertiban, terutama di kawasan wisata seperti Phuket
dan Surat Thani.
Ia
menambahkan, penindakan juga akan diberlakukan terhadap wisatawan yang dianggap
melanggar nilai budaya Thailand maupun terkait penggunaan narkoba. Thailand
sendiri memperkirakan akan menerima lebih dari 500.000 wisatawan asing tahun
ini, meningkat dibanding 33 juta wisatawan pada 2025, meski ekonomi global
masih terdampak konflik di Timur Tengah. Sementara itu, Komandan Biro Imigrasi
Thailand Panumas Bunyalak menegaskan bahwa Thailand tetap terbuka bagi
wisatawan asing yang menghormati hukum dan masyarakat setempat.
“Thailand
menyambut semua wisatawan dari semua negara yang menghormati rakyat Thailand
dan Thailand,” kata Panumas. Ia menegaskan, setiap tindakan yang dianggap
melanggar moral dasar dapat berujung pada pencabutan visa dan deportasi.
(TIM)





0 Komentar