![]() |
| Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun 2025-2026 (Foto:dok) |
Dalam
arahannya, Prabowo secara khusus menyinggung kinerja Direktorat Jenderal Bea
dan Cukai. Ia meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah
tegas apabila pimpinan lembaga tersebut dinilai tidak mampu melakukan
perbaikan.
“Bea
cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan bea cukai tidak
mampu, segera diganti,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5).
Prabowo
menekankan pemerintah perlu membangun institusi yang kuat, profesional, dan
bersih dari praktik korupsi. Menurutnya, reformasi tidak cukup hanya dilakukan
pada aspek kebijakan ekonomi, tetapi juga pada kualitas tata kelola
pemerintahan secara menyeluruh.
“Kita
harus bertekad membangun pemerintah yang kuat, profesional, yang tidak korupsi.
Kita sama-sama jaga semua,” ujar Prabowo.
Prabowo
juga menyoroti banyaknya keluhan dari pelaku usaha terkait praktik pungutan
liar yang masih terjadi di lapangan. Ia mengatakan praktik semacam itu menjadi
hambatan bagi aktivitas ekonomi dan dapat menurunkan daya saing dunia usaha.
Untuk
itu, Prabowo meminta para menteri, kepala lembaga, dan pimpinan badan
pemerintah untuk segera membersihkan birokrasi di institusi masing-masing.
Menurutnya, pelanggaran yang ditemukan harus ditindak tanpa keraguan.
“Para
pengusaha mengeluh, mereka alami pungli-pungli terlalu banyak. Saya ingatkan
semua kepala badan, menteri-menteri, dan pemimpin-pemimpin lembaga pemerintah,
untuk segera ambil inisiatif membersihkan birokrasinya masing-masing,” ungkap
Prabowo.
Prabowo
menegaskan seluruh institusi pemerintah harus mampu bekerja secara efektif dan
menghilangkan berbagai praktik yang menghambat aktivitas ekonomi nasional,
mulai dari korupsi, penyalahgunaan kewenangan, hingga hambatan administratif.
“Bangsa
dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat, jangan kita jadi pemerintah yang
santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engke wae. Kita harus
jadi pemerintah yang didorong oleh engke kumaha, bukan kumaha engke,” tutur
Prabowo. (TIM)





0 Komentar