Proses Imigrasi Lebih Cepat, Jemaah Haji dari Soetta Bisa Langsung ke Pemondokan

(Foto:dok)
Tangerang, KORANTRANSAKSI.com - Keberangkatan jemaah haji 2026 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menghadirkan kemudahan melalui layanan Makkah Route di Terminal 2. Melalui layanan Makkah Route, proses keimigrasian tidak lagi dilakukan saat jemaah tiba di Arab Saudi, melainkan sudah diselesaikan di Indonesia sebelum keberangkatan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdana, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat dan menyederhanakan proses keberangkatan jemaah haji. “Setibanya di bandara, jemaah langsung diarahkan ke fasilitas Makkah Route di Terminal 2 (Bandara Soekarno-Hatta) untuk menjalani pemeriksaan keimigrasian oleh otoritas Arab Saudi,” ujar Galih.

“Dengan layanan ini, jemaah Indonesia yang tiba di Arab Saudi dapat langsung melanjutkan perjalanan ke pemondokan tanpa harus melalui pemeriksaan keimigrasian pada saat kedatangan,” ujar Galih.

Menurut dia, layanan ini membuat proses perjalanan menjadi lebih efisien, terutama mengingat jumlah jemaah yang besar setiap musim haji. Galih menjelaskan, seluruh tahapan pemeriksaan keimigrasian Indonesia, termasuk peneraan tanda keluar, juga telah dilakukan lebih awal di asrama haji keberangkatan.

“Seluruh proses pemeriksaan keimigrasian, termasuk peneraan tanda keluar juga telah diberikan terpusat di asrama haji keberangkatan,” kata dia.

Setelah itu, jemaah diberangkatkan menuju bandara menggunakan bus yang telah disegel dan dikawal petugas imigrasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan. Keberangkatan Mulai 22 April 2026 Pemberangkatan jemaah haji 2026 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dijadwalkan mulai Rabu, (22/4/2026). 

Pada musim haji 2026, Bandara Soekarno-Hatta direncanakan melayani keberangkatan sebanyak 35.285 jemaah yang berasal dari embarkasi Pondok Gede, Bekasi, dan Cipondoh. Para jemaah akan diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.

Untuk mendukung kelancaran operasional, pihak imigrasi telah menyiapkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan personel, operasional, hingga pengamanan. “Dengan skema ini, proses keberangkatan menjadi lebih cepat, lebih teratur, dan lebih nyaman bagi seluruh calon jemaah haji,” kata Galih.

Penerapan Makkah Route diharapkan dapat mengurangi kepadatan di bandara maupun saat kedatangan di Arab Saudi, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar bagi jemaah haji Indonesia. (TIM)

                                                                                                                           

 

 

Posting Komentar

0 Komentar