![]() |
| Kejaksaan Agung RI menyerahkan hasil lelang barang rampasan negara senilai Rp 1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan dalam acara yang digelar di Badan Pemulihan Aset (BPA) di Jakarta |
Penyerahan dilakukan
secara simbolis oleh Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin, kepada Menteri
Keuangan RI, Purbaya Yudi Sadewa, di Kantor Badan Pemulihan Aset (BPA)
Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (15/6).
Sementara itu, Kepala
BPA Kejaksaan Agung, Kuntadi, mengatakan hasil lelang BPA Fair yang digelar
pada Mei 2026 menghasilkan penerimaan negara yang cukup besar. “Dari angka
tersebut, terdapat Rp 19.124.065.000 merupakan uang rampasan yang harus
dikembalikan kepada korban kejahatan. Dengan demikian PNBP hasil BPA Fair
adalah sejumlah Rp 978.191.839.000,” kata Kuntadi.
Selain hasil lelang,
BPA juga berhasil melakukan penelusuran aset atas nama terpidana Eddy Tansil
yang turut menambah nilai pemulihan aset negara. “Dalam kesempatan ini juga
dapat kami laporkan bahwa BPA berhasil melakukan penelusuran aset atas nama
terpidana Eddy Tansil berupa uang sebanyak Rp 51.682.537.548,” ujarnya.
Kuntadi mengatakan,
keseluruhan dana tersebut kemudian diserahkan kepada negara melalui Kementerian
Keuangan. “Dengan demikian pada hari ini jumlah total uang tunai yang akan kami
serahkan ke Kementerian Keuangan sebesar Rp 1.029.874.376.628,” katanya.
Tumpukan uang tersebut
turut dihadirkan oleh Kejaksaan. Terlihat uang pecahan Rp 100 ribu tersebut
menggunung. Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin, mengatakan penyerahan tersebut
menjadi bukti bahwa proses penegakan hukum tidak berhenti pada tahap penyidikan
dan persidangan, tetapi juga mencakup pelaksanaan putusan hingga pemulihan
aset.
“Ini adalah bukti bahwa
yang selama ini masyarakat selalu mempertanyakan benarkah perkara itu
diselesaikan dengan tuntas. Dan ini adalah jawaban kepada masyarakat walaupun
mohon izin kalau kemarin-kemarin kita laksanakan secara mencicil, lapor lapor
lapor. Tidak, kita kumpulkan bersama hari ini. Saya mencobanya kita penyerahan
kepada Pak Menteri ini sekaligus. Ini dalam rangka menjawab masyarakat juga,”
kata Burhanuddin. (TIM)





0 Komentar