![]() |
| Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto saat hadiri acara Peluncuran Fasilitas Rumas ASN di Kemenimpas Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Foto:dok) |
Launching
Fasilitas Rumah ASN Kemenimipas Casa De Prima Cikarang Barat dan Cikarang Pusat
digelar di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi pada Selasa (19/5/2026). Hal ini sebagai
bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai.
Menteri
Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto mengatakan bahwa, “Ini upaya
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menyejahterakan pegawai melalui
penyediaan rumah yang nyaman, layak huni, terjangkau yang merupakan fondasi
awal para ASN kita untuk dapat mengabdi dan melayani masyarakat dengan
prima," ujar Agus.
Lebih
lanjut Agus mengungkapkan, pada tahap awal, 34 dan 9 rumah toko (ruko) dari 60
bangunan di Casa De Prima sudah rampung. Kemudian di Cikarang Pusat sebanyak 78
unit ditargetkan dimulai pada awal Juni 2026.
Agus
mengatakan fasilitas rumah ASN Kemenimipas di Cikarang Barat dan Cikarang Pusat
menjadi sangat istimewa dan membanggakan. Sebab, mengedepankan aspek
inklusivitas dan pemanfaatan konsep green economy.
"Di
mana bahan bangunan yang digunakan di perumahan ini memanfaatkan FABA (fly ash
bottom ash) yang merupakan limbah sisa pembakaran PLTU, PLN, yang diolah secara
produktif menjadi struktur rumah, bataton, paving block oleh tangan-tangan
terampil warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas I Tangerang," ucapnya.
Selain
itu, lanjut Agus fasilitas perumahan ini juga didukung oleh KPR dari PT BRI.
Suku bunga 7,5 persen flat selama 25 tahun merupakan dukungan penting bagi
pegawai untuk mempermudah kepemilikan hunian yang dekat, berlokasi strategis
untuk akses tempat bekerja bagi para pegawai.
"Ini
adalah kesempatan yang sangat baik, mohon kepada rekan-rekan bisa memanfaatkan
ini dengan sebaik-baiknya sehingga apa yang menjadi arah bijak pemerintah kita
implementasikan. Dan ini kita tidak lepas daripada dukungan semua pihak,"
jelasnya.
"PLN
terutama yang sudah dari awal menginisiasi kegiatan pemanfaatan limbah FABA,
bukan hanya di Tangerang tapi juga di Nusakambangan, bahkan di beberapa tempat
di lapas dan rutan di Indonesia ada delapan kalau tidak salah yang sudah mendapat
bantuan limbah FABA dari PLN. Mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi harga
yang terjangkau, rumah murah, baik yang nantinya bisa dinikmati bukan saja oleh
pegawai, tapi juga dinikmati oleh masyarakat," tutupnya. (TIM)





0 Komentar