![]() |
| Direktur Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko (Foto:dok) |
Dalam
hal ini, Direktur Jenderal Imigrasi,Hendarsam Marantoko menyampaikan bahwa,
pihaknya akan mengkaji dimana letak permasalahannya. “Tentunya kami akan kaji
terlebih dahulu dimana letak permasalahannya”, ucap Hendarsam.
Lebih
lanjut Hendarsam mengungkapkan, pihaknya akan memperkuat peran intelijen
Imigrasi untuk mengawasi WNA yang akan masuk ke Indonesia. Namun, Hendarsam
menolak menjelaskan lebih detail upaya-upaya penguatan yang akan dilakukan
setelah peristiwa penggerebekan ini.
Polisi
telah memindahkan 321 WNA yang terjaring dalam penggerebakan markas judi online
ke sejumlah kantor Imigrasi untuk diperiksa intensif. Kepala Biro Penerangan
Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko
mengatakan pemindahan itu sebagai langkah pendalaman lembaganya dalam
mengungkap sindikat perjudian online.
Trunoyudo
mengatakan 150 orang dibawa ke Rumah Detensi Imigrasi, 150 orang ke Direktorat
Imigrasi Pusat Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta 21 warga negara
asing lainnya di kantor Imigrasi Jakarta Barat
Penggerebekan
markas judi online jaringan internasional ini berlangsung sejak Jumat malam
hingga Sabtu siang. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal
Wira Satya Triputra mengatakan para pelaku tertangkap tangan saat menjalankan
operasinya.
Wira
mengatakan para WNA itu berasal dari berbagai negara di Asia, mayoritas dari
Vietnam sebanyak 228 orang. Selain itu ada 57 warga Cina, 11 orang asal Laos, 13 asal Myanmar, 3 orang
asal Malaysia, 5 orang warga Thailand, dan 3 warga Kamboja.
Polisi
menyita berbagai barang bukti seperti brankas, paspor, handphone, laptop,
komputer, hingga uang tunai dari berbagai negara dengan total sementara sekitar
Rp 1,9 miliar. Polisi kemudian menelusuri IP address dari jaringan komunikasi.
Adapun server situs judi online diduga ada di luar negeri.
Para operator judi online itu beraksi di lantai 20 dan 21 gedung. Menurut Wira, mereka tinggal di sekitar gedung. "Sebagian dari mereka tahu tujuannya ke sini untuk bekerja di judi online," kata Wira.
Polisi memperkirakan mereka telah beroperasi selama dua bulan di Hayam Wuruk Tower Plaza. Di samping gedung perkantoran ini terdapat hotel dan juga apartemen. Lokasi gedung cukup tertutup lantaran di bagian depannya terdapat proyek pembangunan.
Polisi masih menelusuri sponsor dari dari para operator judi online ini. Menurut Wira, 321 orang yang ditangkap ini berperan sebagai operator, telemarketer, keuangan, hingga koordinator. Wira mengklaim target pasar operasi situs judi online ini mayoritas warga negara asing. Temuan itu berasal dari hasil pemeriksaan dan barang bukti yang didapat dari telemarketing situs judi online.
Para
pelaku dijerat Pasal 426 dan atau Pasal 607 juncto Pasal 20 dan atau Pasal 21
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2026 tentang penyesuaian pidana. Hingga Sabtu sore, kata Wira, 275 pelaku sudah
ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara itu, Sekretaris National Central Bureau Interpol Indonesia Brigadir Jenderal Untung Widyatmoko mengatakan para tersangka akan diupayakan menjalani proses hukum di Indonesia. Menurut Untung, jika mereka bisa kembali ke negara masing-masing, Indonesia bisa dianggap tempat aman bagi kejahatan transnasional. "Tentunya kami tidak ingin para pelaku bisa pulang kembali ke tanah airnya tanpa hukuman," kata Untung. (RED)





0 Komentar