![]() |
| (Foto:Humas Direktorat Jenderal Imigrasi) |
“Kami berkomitmen penuh
memperketat pengawasan terhadap calon jemaah haji nonprosedural. Langkah ini
adalah upaya kami melindungi masyarakat dari praktik penyalahgunaan dokumen dan
modus keberangkatan ilegal yang merugikan jemaah itu sendiri”, ujarnya.
Lebih lanjut Hendarsam
menyampaikan, jika ada yang tertangkap mereka akan berhadapan dengan hukum dan
namanya akan masuk ke dalam subject of interest (SoI) sehingga dipastikan tak
dapat melakukan upaya yang sama melalui bandara mana pun.
“Jemaah calon haji yang
dinyatakan ditunda keberangkatannya dan terindikasi jemaah nonprosedural,
namanya akan diinput kedalam aplikasi Subject of Interest (SoI) oleh petugas
kami selama berlangsungnya musim haji, supaya dia tidak bisa mencoba berangkat
dari bandara yang lain,” tegas Hendarsam.
Sudah Ada 13 WNI
Sebagai informasi,
sejauh ini sudah ada 13 WNI yang terindikasi hendak menunaikan ibadah haji
secara nonprosedural melalui Bandara Soekarno-Hatta. Mereka ditangkap Kantor
Imigrasi Kelas I khusus TPI Soekarno-Hatta pada 18-19 April 2026 di Terminal 3
keberangkatan Internasional. Diketahui, mereka menggunakan modus visa kerja
namun setelah diinterogasi, terungkap tujuan sebenarnya adalah untuk berhaji.
Kepala Kantor Imigrasi
Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Gali Kartika merinci, 12 WNI ditangkap pada
18 April dan 1 WNI ditangkap pada 19 April 2026. Menurut dia, hasil
pemeriksaan, menyatakan calon penumpang menggunakan visa kerja tanpa memiliki
dokumen pendukung yang sah sesuai mekanisme resmiuntuk tujuan ibadah haji.
“Sebagai tindak lanjut,
petugas imigrasi telah melakukan koordinasi dengan bidang Intelijen dan
Penindakan Keimigrasian, untuk kepentingan pendalaman lebih lanjut. Imigrasi
Soekarno-Hatta mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran
pemberangkatan haji non prosedural yang menjanjikan kemudahan tanpa melalui
jalur resmi. Selain melanggar ketentuan, praktik tersebut berpotensi merugikan
jemaah baik secara finansial maupun keselamatan selama berada di luar negeri,”
kata Gali. (TIM)





0 Komentar