![]() |
| (Foto:Bandara Suvarnabhumi) |
Dilansir
dari Straits Times, Aiports of Thailand (AOT) mengatakan kebijakan ini efektif
mulai 20 Juni 2026 di enam bandara AOT yaitu : Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang
Mai, Mae Fah Luang Chiang Rai, Phuket, dan Hat Yai.
Kenaikan
PSC tersebut mengikuti resolusi rapat Dewan Penerbangan Sipil pada 3 Desember
2025 yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perhubungan Phipat
Ratchakitprakarn yang pada prinsipnya menyetujui permintaan AOT untuk menaikkan
PSC keberangkatan international dari 730 baht menjadi 1.120 baht, peningkatan
sebesar 390 baht.
Pernyataan
tersebut disampaikan oleh Presiden AOT Paweena Jariyathutupong pada Sabtu
(21/2/2026). Berdasarkan analisis AOT, naiknya PSC tidak akan mempengaruhi
keputusan perjalanan penumpang. Selain itu, PSC Thailand dinilai masih lebih
rendah dibanding dengan biaya bandara luar negeri lainnya.
Pihak
AOT juga mengatakan, penyesuaiannya PSC ini diperkirakana akan meningkatkan
pendapatan AOT sekitar 10 Miliar baht per tahun. Anggaran tersebut nantinya
akan digunakan untuk meningkatkan layanan bandara.
Terlebih
AOT menekankan bahwa, PSC bukanlah pajak atau pendapatan yang dikumpulkan untuk
keuntungan. Namun, pendapatan yang dialokasikan semata-mata untuk kegiatan yang
berkaitan dengan bandara.
Biaya
tersebut juga memerlukan persetujuan dari Menteri terkait, sebagai bentuk
transparansi dan pengawasan yang cermat. Pihak AOT pun menuturkan, pendapatan
dari PSC ini nantinya akan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur di enam
bandara AOT, meningkatkan kenyamanan, kecepatan, dan keselamatan bagi
penumpang.
Contohnya,
termasuk proyek Terminal Satelit 1 di Bandara Suvarnabhumi dan peningkatan
terminal penumpang di Bandara Don Mueang. AOT juga akan meluncurkan sistem
pemrosesan penumpang umum untuk mengurangi waktu tunggu, meningkatkan efisiensi
check-in, dan meningkatkan pengalaman penumpang secara keseluruhan.
Mereka
mengatakan, survei terhadap penumpang dan maskapai penerbangan menemukan bahwa
sebagian besar penumpang memandang PSC baru tersebut sebagai hal yang wajar,
dan bukan faktor dalam pengambilan keputusan perjalanan. Menanggapi PSC baru
ini, pihak maskapai penerbangan secara umum menyetujui pendekatan penyesuaian
tersebut.
Di
samping itu, pihak maskapai juga mendesak AOT untuk meningkatkan kualitas
layanan secara bersamaan. Menanggapi hal ini, pihak AOT mengatakan bahwa mereka
sedang memasukkan umpan balik tersebut ke dalam peningkatan operasional yang
sedang berlangsung.
Presiden
AOT mengatakan, revisi PSC bertujuan untuk mendukung biaya operasional dan
investasi jangka panjang, guna meningkatkan standar keselamatan, kualitas
layanan, dan kapasitas untuk pertumbuhan penumpang di masa mendatang.
Sekaligus,
membantu memposisikan bandara-bandara Thailand sebagai pusat penerbangan
regional yang berkelanjutan dengan standar kelas dunia. Untuk saat ini, tarif
PSC domestik di Thailand tidak berubah, masih sebesar 130 baht atau sekitar Rp
70.000 per penumpang. Sementara itu, AOT juga mengatakan sedang mempersiapkan
rencana untuk meminta persetujuan pengenaan biaya PSC bagi penumpang transit
atau transfer. (TIM)





0 Komentar