![]() |
| (Foto:dok) |
Dalam forum silaturahmi
tersebut, Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Ir. Dwi Hari Soeryadi,
menekankan pentingnya membangun hubungan yang sehat dan terbuka dengan media
sebagai mitra strategis perusahaan daerah.
Menurutnya, dengan komunikasi yang dibangun tidak cukup hanya bersifat formal, namun harus berkembang menjadi kerja sama jangka panjang yang dilandasi rasa saling percaya. “Komunikasi ini kami mengharapkan bisa terus berjalan dengan baik, bukan sekadar komunikatif, tapi komunikatif hingga ke depannya,” ungkapnya.
Beliau juga
menjelaskan,pentingnya penguatan
komunikasi dengan media menjadi bagian dari visi besar perusahaan dalam
mendukung program pemerintah daerah untuk mewujudkan pelayanan air bersih yang
berkelanjutan hingga tahun 2042. Target yang ingin dicapai adalah cakupan
layanan air bersih hingga 100 persen bagi masyarakat Sidoarjo.
Dalam sambutanya Pak
DWI (Dirut) juga menyinggung tantangan operasional yang dihadapi perusahaan,
salah satunya adalah kewajiban
pemanfaatan kapasitas produksi air hingga 1.200 liter per detik. Kapasitas
tersebut tetap menimbulkan beban biaya meski tidak seluruhnya dimanfaatkan.
“Kalau tidak digunakan,
tetap ada biaya dan bahkan berpotensi sanksi. Maka diperlukan strategi dan
upaya yang serius,” jelasnya.
Ia mengakui, saat ini
masih terdapat beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang belum dioperasikan
secara maksimal karena perusahaan memprioritaskan IPA unggulan demi menjaga
efisiensi dan kualitas layanan.
Lebih lanjut, Ir. Dwi
Hari Soeryadi mengingatkan bahwa potensi krisis air bersih diperkirakan mulai
terasa pada periode 2026 hingga 2028, seiring meningkatnya kebutuhan air akibat
pertumbuhan penduduk dan pembangunan wilayah.
"Tanpa persiapan sejak sekarang, dua tahun ke depan kita akan kesulitan memenuhi kebutuhan air masyarakat. Karena itu proyek yang kami rancang saat ini adalah bentuk antisipasi,” tegasnya.
Dari sisi kinerja keuangan, Perumda Delta Tirta mencatat tren yang cukup menggembirakan. Sejak 2021, laba perusahaan menunjukkan peningkatan signifikan, dari sekitar Rp15 miliar, kemudian naik menjadi Rp28 miliar, meningkat lagi ke Rp43 miliar, dan pada 2024 berada di kisaran Rp40 miliar. “Ini hasil kerja keras seluruh tim serta dukungan dari rekan-rekan media,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran media yang selama ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan kritik yang membangun. Apabila terjadi perbedaan persepsi dalam pemberitaan, pihaknya membuka ruang dialog melalui konferensi pers atau forum resmi lainnya. “Kita sudah saling mengenal. Kalau ada perbedaan pandangan, mari duduk bersama agar semuanya jelas,” ujarnya.
Menutup sambutannya,
Dirut menegaskan komitmen Perumda Delta Tirta untuk terus berbenah dengan
menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta membangun budaya kerja
yang lebih lincah, sederhana, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Kami ingin membawa
perubahan agar Perumda Delta Tirta menjadi perusahaan yang lebih baik, dan
terus lebih baik lagi,” pungkasnya. (Rk)





0 Komentar