![]() |
| (Foto:Ilustrasi Korea Selatan) |
Pertemuan itu dipimpin
oleh Presiden Lee Jae Myung dan dihadiri Perdana Menteri Kim Min Seok, para
menteri dari 15 lembaga pemerintah, dan perwakilan dari industri pariwisata.
Menteri Kebudyaan Chae Hwi Young meluncurkan inisiatif ambisium berjudul
K-Tourism Merangkul Dunia, memanfaatkan 'masa keemasan' ekspor budaya Korea
untuk industri perjalanan domestik.
Presiden Lee Jae Myung
menyampaikan bahwa, "Tahun lalu, 18.940.000 wisatawan asing mengunjungi
Korea, mencetak rekor tertinggi. Untuk mengantarkan era 30 juta wisatawan
asing, transformasi kualitatif di luar pertumbuhan kuantitatif sangat
diperlukan”, ucapnya.
Lebih lanjut Lee Jae
Myung menjelaskan, langkah ini diambil sebagai upaya dalam pemulihan
pascapandemi. Nantinya, turis asal Indonesia yang hendak ke Korea Selatan akan
diberikan percobaan izin masuk bebas visa, untuk kelompok wisatawan yang
terdiri dari tiga orang atau lebih.
Di samping itu,
pelonggaran kebijakan untuk menarik kunjungan wisatawan asing ke Korea Selatan
juga diberikan kepada warga negara yang lain. Seperti perluasan proses masuk
otomatis bagi warna negara anggota Uni Eropa.
Sebagaimana yang
diketahui, gerbang imigrasi otomatis di Korea Selatan saat ini tersedia untuk
turis dari 18 negara, termasuk dari Jepang, Singapura, dan Australia. Kemudian,
untuk warga negara China dan negara-negara Asia Tenggara yang sebelumnya pernah
mengunjungi Korea, akan memenuhi syarat untuk mendapatkan visa masuk ganda lima
tahun.
Penduduk kota-kota
besar di negara-negara tersebut dapat mengajukan visa 10 tahun. Korea Selatan
akan perluas rute penerbangan Selain itu, untuk mengejar target 30 juta
kunjungan turis asing, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi
Korea Selatan berencana untuk memperluas rute penerbangan.
Pemerintah akan
meningkatkan secara signifikan penerbangan internasional langsung ke bandara
regional. Pemerintah juga akan menciptakan hak lalu lintas udara khusus untuk
bandara-bandara tersebut, dan menawarkan pengurangan biaya untuk menarik rute
baru.
Penerbangan domestik
penghubung antara Incheon dan bandara regional juga akan ditambahkan. Serta,
layanan bus bandara larut malam — yang saat ini terbatas pada 13 rute di
wilayah Seoul — akan diperluas ke provinsi Chungcheong dan Gangwon. Lalu, tiket kereta cepat KTX juga akan
tersedia untuk pemesanan di muka lebih awal, dari jangka waktu satu bulan yang
berlaku saat ini.
Pengawasan industri
penginapan nantinya akan dikonsolidasikan di bawah Kementerian Kebudayaan Korea
Selatan. Diikuti dengan payung Undang-Undang Promosi Akomodasi yang baru
direncanakan, bersama dengan sistem sertifikasi kualitas.
Pemerintah di sana juga akan mengembangkan versi Korea dari model "parador" Spanyol, yaitu mengubah rumah tradisional, kuil, dan desa rakyat menjadi tempat menginap premium. Kemudian, sebagai upaya untuk membersihkan reputasi buruk akibat praktis penetapan harga yang berlebihan untuk turis asing, pemerintah mengumumkan kebijakan tanpa toleransi terhadap praktik penentuan harga yang tidak wajar. (TIM)





0 Komentar