![]() |
| (Foto:dok) |
Begitu banjir surut,
Satgas Perbaikan Jalan Dinas PU BMSDA langsung dikerahkan untuk memantau dan
menambal lubang yang muncul. Langkah cepat ini terlihat di wilayah Bluru Kidul,
di mana lubang-lubang yang menganga pasca-banjir segera ditutup petugas sehingga
arus lalu lintas kembali lancar.
“Hanya beberapa hari
setelah ada lubang jalan, sudah langsung ditambal. Ini bagus, daripada
sebelumnya,” ujar Tedi, warga Bluru Kidul, yang ditemui belanja pasar Bl.
Hal serupa juga terjadi
di Jalan Brigjend Katamso, Waru, di mana titik-titik berlubang yang sempat
mengganggu pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, kini sudah
tertangani meski dengan tambalan sementara.
Bupati Subandi
memerintahkan kerja cepat kepada Dinas PU BMSDA. Tim harus bergerak saat cuaca
memungkinkan, melakukan pemantauan, dan segera memperbaiki kerusakan yang
ditemukan. Daerah rawan banjir menjadi prioritas karena lubang kerap muncul
setelah genangan surut.
“Petugas tidak hanya
menambal, tetapi juga melakukan pemetaan untuk menentukan mana ruas yang cukup
ditambal dan mana yang perlu peningkatan kualitas atau pembangunan ulang,”
jelasnya, ditemui saat selesai memimpin Rapat Koordinasi dengan OPD, Rabu
(3/12) di Ops room.
Untuk rencana jangka
panjang, Pemkab telah merencanakan program betonisasi dibeberapa lokasi pada
tahun depan. Sementara itu, perbaikan dan perawatan berkala akan diterapkan
pada ruas lain untuk mencegah kerusakan berulang.
“Beberapa lokasi sudah
kita rencanakan untuk masuk program betonisasi jalan di tahun depan. Beberapa
lainnya kita usahakan perbaikan dan perawatan berkala. Yang penting, terus kita
awasi bersama,” tegas Subandi.
Subandi, mengimbau
masyarakat aktif melapor bila menemukan jalan rusak agar penanganan dapat
segera dilakukan. Namun ia mengingatkan agar warga bersabar karena jumlah
petugas terbatas sehingga perbaikan dilakukan secara bergiliran.
Penanganan cepat yang
dilakukan Pemkab Sidoarjo menunjukkan upaya mitigasi dampak musim hujan
terhadap infrastruktur. Tantangan berikutnya adalah memastikan perbaikan
bersifat berkelanjutan sehingga gangguan terhadap mobilitas warga dapat
diminimalkan. (Rk)





0 Komentar