![]() |
| (Foto:Humas Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman) |
Turut hadir dalam
kegiatan tersebut, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA), bersama Ketua
TP PKK Ny. Nita Azis, didampingi Kepala Dinas Kominfo, Kabag Kesra, Kabid IKP,
Camat, Wali Nagari se-Kecamatan V Koto Kampung Dalam, unsur Forkopimca, serta
jemaah majelis taklim dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati JKA menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan tokoh agama dan adat dalam menjaga ketertiban sosial serta membangun karakter masyarakat. "Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus gandeng niniak mamak, cadiak pandai, bundo kanduang, dan para ulama untuk membangun daerah ini bersama," tegasnya.
Bupati juga berpesan
agar dakwah yang disampaikan para dai mampu memberikan keteduhan dan rasa
nyaman kepada umat. "Jangan sampai ada masyarakat yang merasa disudutkan,
apalagi menjadi objek dakwah yang membuat mereka tertekan. Dakwah harus
membimbing dengan kasih, bukan menghakimi," tambahnya.
Dalam kesempatan
tersebut, JKA juga menyinggung komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan
Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pembatasan hiburan malam, yang dinilai
sebagai langkah penting mengatasi maraknya penyakit masyarakat.
"Mohon maaf Saya
harus tegas dalam hal ini, SKB ini tidak akan berarti jika tidak didukung
masyarakat. Karena itu saya minta sampai ke tingkat korong, kita tegakkan
aturan ini secara bersama," ujarnya tegas.
Sementara itu, Ketua
IKADI Padang Pariaman, Masril Umar, MA, melaporkan bahwa sejak berdiri pada
tahun 2009, IKADI tetap konsisten menyuarakan dakwah moderat dan rahmatan lil
‘alamin. Program-program yang diusung meliputi kajian rutin bulanan, itikaf,
dan kegiatan sosial seperti berbagi kepada kaum dhuafa.
"Kami siap
mendukung program pemerintah, terutama dalam membangun moral dan akhlak
masyarakat yang kini menghadapi banyak tantangan seperti kenakalan remaja dan
perilaku menyimpang," ujar Masril.
Kajian berlangsung
khidmat dan diikuti antusias oleh masyarakat. Acara ditutup dengan doa bersama
dan harapan agar nilai-nilai pengorbanan dan keikhlasan dalam Idul Adha dapat
terwujud dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Padang Pariaman. (BAS/VER)





0 Komentar