Masuk Nominasi IGA Award 2022, Bupati Padang Pariaman Sampaikan Inovasi Unggulan Daerah

 

(Foto:Humas Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman)
Jakarta, KORANTRANSAKSI.com - Sehubungan dengan pelaksanaan Penilaian dan Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2022, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur bersama dengan sejumlah Kepala Daerah lainnya menyampaikan paparan Inovasi Unggulan daerah masing-masing di Ruang Sidang Kemendagri pada Selasa, (22/11). Di hadapan tim juri yang terdiri dari Kementerian, Lembaga, Universitas, LSM dan perwakilan Media, Bupati Padang Pariaman memaparkan Inovasi yang menjadi unggulan daerah Kabupaten Padang Pariaman.

Sebelum menyampaikan inovasi unggulan tersebut, Suhatri Bur menggambarkan kondisi umum wilayah geografis dan demografis Kabupaten Padang Pariaman. Lebih lanjut, Suhatri Bur menyebutkan, hingga saat ini setidaknya ada 5 (lima) inovasi unggulan daerah kabupaten Padang Pariaman yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari segi pelayanan maupun dari segi peningkatan ekonomi.

Adapun 5 (lima) Inovasi unggulan tersebut adalah di Bidang Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Nagari Go Digital (Nagita), di bidang Urusan Wajib Pelayanan Dasar Urusan Kesehatan SILENTING (AkSI Bersama Lintas Program dan Lintas Sektor ENtaskan StunTING).

Selain itu, Urusan Pilihan Bidang Urusan kelautan dan perikanan, pariwisata, pertanian yakni PERISAI (program perikanan pertanian dan pariwisata terintegritas), Penunjang Bidang Urusan Keuangan e-BPHTB (Tematik Peningkatan PAD), dan di Bidang Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar Bidang Urusan Penanaman Modal LAPAO TANAMO (layanan pelaporan online kegiatan penanaman modal).

Lebih lanjut, Suhatri Bur mengungkapkan beberapa Inovasi Daerah Kabupaten Padang Pariaman tersebut telah menarik perhatian sehingga direplikasi oleh beberapa daerah baik di Wilayah Sumatera Barat maupun di luar Daerah Sumatera Barat.

“Diantaranya, Kota Dumai, Kabupaten Solok Selatan, Kota Pariaman, Kota Sawahlunto, Kota Ban jarbaru, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Limapuluh Kota,” ungkapnya yang saat itu didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Rudy Repenaldy Rilis dan sejumlah Kepala OPD terkait.

Salah satu upaya peningkatan perekonomian daerah adalah melalui inovasi. Meski demikian, hasilnya belum terlalu terlihat secara signifikan. Pelaksanaan inovasi daerah yang mulai digalakkan sejak tahun 2019 tersebut sempat terhalang oleh Pandemi Covid-19 yang menyebabkan kontraksi cukup dalam pada perekonomian daerah.

“Namun dengan semangat dan usaha yang dilakukan, pada tahun 2021 ekonomi Padang Pariaman mulai bangkit dengan pertumbuhan positif yang cukup tajam di angka 2.18 (dari -10.46 di tahun 2020),” paparnya. (BAS/VER)


Posting Komentar

0 Komentar