![]() |
| Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, Iqbal Bimo Arifianto (Foto:dok) |
Hal itu diungkap oleh
Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, Iqbal Bimo Arifianto, pada Kamis
(24/9). Sebagai pihak yang diberi mandat
mengelola kawasan, MRT Jakarta menargetkan Blok M bakal jadi tempat dengan
prinsip Transit Oriented Development (TOD) yang makin nyaman.
“Tunggu tanggal
mainnya, akan menjadi revitalisasi besar, yang bagaimana Blok M ini bisa tumbuh
dan TOD-nya itu lebih nyaman lagi,” kata Iqbal.
Dalam bocoran desain
yang disampaikan Iqbal, nantinya, proses revitalisasi besar-besaran alias
revitalisasi ultimate ini akan mengubah dan menambah beberapa area di Blok M.
Mulai dari skybridge yang menghubungkan stasiun MRT, Blok M Hub, dan terminal
bus.
Kemudian ada grand hub
facade sebagai karakter baru Blok M Hub, sampai adanya taman dan amphitheater
yang saling menghubungkan area atas dan bawah tanah. “Bagaimanapun yang kita
lakukan revitalisasi ini, ternyata umur asetnya sudah 50 tahun, 30-40 tahun,
itu cukup challenging,” lanjut Iqbal menjelaskan tantangan dalam menyiapkan
revitalisasi ultimate Blok M Hub.
Dalam proses
revitalisasi Blok M sebelumnya, pihak MRT Jakarta menggunakan sepenuhnya anggaran
perusahaan. Dalam rencana proyek revitalisasi ultimate Blok M nantinya, Iqbal
tak menampik kemungkinan menggandeng pihak mitra atau investor.
Menurut Iqbal, rencana
revitalisasi ultimate ini menyusul transformasi Blok M Hub yang makin terlihat
sejak awal 2025. Sekarang, tercatat rata-rata pengunjung Blok M bisa mencapai
25.000 orang per hari. Selain itu, ada 242 UMKM lokal serta suksesnya
penyematan naming rights Gojek di kawasan tersebut.
Dengan ini, Iqbal pun
menekankan bahwa MRT Jakarta juga ingin jadi bagian dari kawasan-kawasan yang
berkembang di sekitar transportasi publik. “Langkah di Blok M mengawali
perjalanan besar untuk membangun Jakarta yang lebih terhubung, hidup, dan
nyaman bersama seluruh pemangku kepentingan,” tutup Iqbal. (TIM/ZIK)





0 Komentar