![]() |
| (Foto:dok) |
Dilansir dari Travel
and Leisure, Rabu (8/4/2026), sebelumnya sistem ini telah diperkenalkan sejak
Oktober 2025. Dalam masa transisi, Pemerintah Indai masih mengizinkan
penggunaan formulir fisik dan digital secara bersamaan. Namun, mulai April
2026, formulir kertas resmi tidak lagi digunakan dan sepenuhnya digantikan oleh
sistem digital.
Apa
itu Digital e-Arrival Card, dokumen wajib masuk India?
Digital e-Arrival Card
merupakan sistem yang dikembangkan untuk mempercepat proses pemeriksaan di
imigrasi, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan data pelaku perjalanan.
Meski bersifat wajib,
Digital e-Arrival Card bukanlah pengganti visa. Dokumen ini berfungsi sebagai
alat keamanan dan pengumpulan data yang dibutuhkan oleh otoritas imigrasi.
Adapun warga negara India tidak diwajibkan untuk mengajukannya.
Data
yang harus diisi
Sebagai bagian dari
inisiatif digital yang diusung Biro Imigrasi India, Digital e-Arrival Card
dirancang untuk mencatat berbagai informasi penting terkait perjalanan dan
identitas pelaku perjalanan.
Beberapa data yang
harus diisi dalam formulir tersebut meliputi: Nama lengkap Kewarganegaraan
Nomor paspor beserta tanggal penerbitan dan tanggal kedaluwarsa Nomor telepon
dan alamat e-mail Rincian penerbangan Tujuan kunjungan Informasi ini akan
digunakan untuk mendukung proses verifikasi dan mempercepat pemeriksaan
setibanya di bandara di India.
Cara mengisi dan penggunaan
Pelaku perjalanan dapat
mengisi dan mengajukan Digital e-Arrival Card melalui tiga kanal resmi yaitu:
Situs Biro Imigrasi India Portal online visa India Aplikasi Su-Swagatam yang
tersedia di app stores Setelah formulir berhasil dikirimkan, sistem akan
menghasilkan kode QR sebagai bukti pengisian.
Kode QR tersebut nantinya
cukup ditunjukkan kepada petugas imigrasi saat kedatangan untuk dipindai.
Dengan sistem ini, proses pemeriksaan diharapkan menjadi lebih cepat, praktis,
dan efisien dibandingkan metode manual sebelumnya. Penerapan Digital e-Arrival
Card merupakan bagian dari langkah pemerintah India dalam mendorong
digitalisasi layanan publik, khususnya di sektor keimigrasian.
Dengan menghapus
formulir kertas dan menggantinya dengan sistem digital, India berupaya
meningkatkan efisiensi, mengurangi antrean di bandara, serta memperkuat sistem
pengelolaan data pelancong. Kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan
pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi wisatawan internasional yang
berkunjung ke India. (TIM)





0 Komentar