| Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Muhammad Iqbal bersama dengan Kakanwil Ditjen Imigrasi DKI Jakarta, Pamuji Raharja saat menunjukan barang bukti (Foto:dok) |
Kepala Kantor Imigrasi
Jakarta Pusat, Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa, pengungkapan kasus ini
bermula dari kecurigaan pihak Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Ada sebuah
paket yang berisi tiga buah paspor Ukraina dan Pakistan.
"Dari hasil
koordinasi tersebut diketahui bahwa alamat penerima paket berisi paspor palsu
berada di salah satu apartemen di Jakarta Pusat sehingga kita yang melakukan
penjangkauan”, ujar Iqbal.
Lebih lanjut Iqbal menambahkan, Saat dilakukan penggeledahan di apartemen, pihaknya mengamankan NUD dan dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan juga menyalahi izin tinggal. NUD datang ke Indonesia menggunakan izin tinggal terbatas sebagai investor, namun kenyataannya melakukan penipuan. Pada saat penangkapan pihaknya juga menyita empat unit telepon genggam, satu buah laptop, 10 stamp negara asing, kardus dan paket pengiriman.
Iqbal mengungkapkan,
awalnya NUD berusaha mengelabui petugas, namun atas kesungguhan petugas
akhirnya pelaku diamankan. "Saat pelaku diamankan ditemukan sejumlah
barang bukti”, tutur Iqbal.
Sementara itu, Kepala
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DKI Jakarta, Pamuji Raharja
mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk kolaborasi Bea Cukai
Bandara Soekarno-Hatta dengan Ditjen Imigrasi dan dieksekusi oleh Kantor
Imigrasi Jakarta.
Pamuji memberikan
apresiasi kepada jajaran Kantor Imigrasi Jakarta Pusat (Jakpus) yang dengan
sigap dapat mengungkap kasus yang ditemukan di Bandara Soekarno-Hatta.
"Keberhasilan
pengungkapan kasus ini tentu hasil kerjasama lintas sektor yang baik, sehingga
hal ini harus dipertahankan," katanya.
Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Jakarta Pusat, Yudhistira menjelaskan, dari pengakuan tersangka, tiga paspor palsu yang dikirimkan dari Yunani. Kemudian NUD juga membuat stamp negara agar tiga paspor palsu tersebut bisa mendapatkan cap dari berbagai negara. "Memang paspor jika sudah banyak cap stempelnya maka akan semakin kuat, seolah- olah pemegang paspor tersebut sudah bepergian ke berbagai negara," katanya. (ZIK/TIM)




0 Komentar