![]() |
| Polisi berhasil menangkap 3 Pelaku Penyiraman air keras terhadap 6 Siswa SMP di Penjaringan (Foto:dok) |
Siswa
di Jakpus Disiram Air Keras Oleh Pelajar Lain, Korban Luka di Mata
Polisi mengamankan 3
orang pelajar yang menyiram air keras terhadap pelajar lain di Cempaka Putih,
Jakarta Pusat. Penyiraman air keras itu menyasar orang secara acak. “Kalau
keterangan sementara, random. Tapi masih kita dalami,” ujar Kasat Reskrim
Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.
Peristiwa itu terjadi
pada Jumat (6/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku diduga berjumlah tiga orang
dan berstatus pelajar. Dalam video yang beredar, tampak tiga orang pelaku
mengendarai sepeda motor. Mereka kemudian menyiramkan cairan yang diduga air
keras ke arah tiga pelajar lain yang berpapasan di jalan.
Roby mengatakan,
pihaknya telah menangkap para pelaku pada Minggu (8/2) malam. “Sudah kita
amankan ketiganya dari semalam,” katanya.
Menurut Roby, laporan
awal disampaikan oleh orang tua korban ke Polsek Cempaka Putih, yang kemudian
dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.
Terungkapnya
Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pusat Polisi Militer
(Puspom) TNI mengamankan 4 orang yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman
air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Keempat terduga
pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Danpuspom TNI Mayjen
Yusri Nuryanto mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima para
terduga pelaku pada Rabu (18/3) pagi. “Tadi pagi saya menerima empat orang yang
diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie
Yunus,” ujarnya dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3) siang.
Empat orang tersebut
merupakan anggota TNI berinisial NDP (berpangkat Kapten), SL (berpangkat
Lettu), BHW (berpangkat Lettu), dan ES (berpangkat Serda). Mereka saat ini
ditahan di Pomdam Jaya dan ditetapkan sebagai tersangka.
“Sekarang yang diduga
keempat tersangka ini sudah kami amankan di Puspom TNI untuk dilakukan
pendalaman di tingkat penyidikan. Jadi kami masih mendalami motifnya,” imbuh
Yusri.
Lansia
di Tambun Selatan Disiram Air Keras saat Berangkat Salat Subuh
Seorang pria lansia,
Tri Wibowo, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di
Perumahan Bumisani Permai, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Senin
(30/3). Penyerangan itu dialami korban saat berangkat ke musala untuk salat
Subuh.
Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan warga, pelaku berjumlah dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor dan helm tertutup. Keduanya diduga sudah membuntuti korban sebelum akhirnya menyiramkan air keras ke tubuh korban dan melarikan diri. Dalam rekaman CCTV terlihat korban berjalan terhuyung. Ia seperti kepanasan dan mengelap tubuhnya.
Kapolsek Tambun Selatan
Kompol Wuriyanti membenarkan adanya kejadian tersebut. Penyidik telah
mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. “Sudah
kami monitor dan lakukan olah TKP bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi. Mohon
doanya agar kasus ini segera terungkap,” kata Wuriyanti.
Tri Wibowo saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Primaya karena luka bakar yang dialaminya. Seorang warga sekitar, Rahmat, mengatakan luka bakar pada tubuh korban diperkirakan mencapai 70%. “Dari foto yang beredar, luka bakarnya hampir seluruh tubuh, sekitar 70 persen. Di lokasi juga masih terasa bau asam dan panas dari cairannya,” ujar Rahmat, Senin (30/3).
Rahmat juga sempat
melihat pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic berwarna putih
gading dengan helm full face hitam. Ia mengaku sempat curiga karena pelaku
berkeliling di dalam kompleks perumahan sebelum kejadian. (TIM)





0 Komentar