![]() |
| (Foto:Humas Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman) |
Rakor
tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Penjabat Sekretaris Daerah
(Pj Sekda) Hendra Aswara, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat,
serta kepala bagian.
Rapat
yang digelar usai pelantikan Pj Sekda itu membahas sejumlah agenda strategis,
antara lain pemantapan rencana kerja OPD, peningkatan disiplin aparatur,
pelaksanaan work from home (WFH), respons terhadap kenaikan harga bahan bakar
minyak (BBM), serta tindak lanjut kunjungan Menteri Pertanian.
Dalam
arahannya, John Kenedy Azis menegaskan pentingnya pelaksanaan program yang
terukur dan inovatif di tengah kondisi efisiensi anggaran. Ia meminta seluruh
perangkat daerah menyusun rencana kerja yang tepat serta melakukan evaluasi
secara berkala.
“Dalam
situasi saat ini, kita dituntut bekerja lebih optimal dengan inovasi yang
nyata. Apalagi pascabencana hidrometeorologi, kita harus segera bangkit dan
memulihkan kondisi daerah,” ujar dia.
Bupati
juga menginstruksikan OPD untuk menyikapi kenaikan harga BBM dengan melakukan
penghematan operasional, khususnya penggunaan kendaraan dinas, serta mewaspadai
potensi inflasi. Selain itu, pemerintah daerah diminta memperkuat dukungan
terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tetap tumbuh di tengah
tekanan ekonomi.
Lebih
lanjut, ia meminta Dinas Pertanian bersama OPD terkait mempercepat rehabilitasi
lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Pengawasan terhadap
penyaluran bantuan dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani juga harus
dilakukan secara langsung di lapangan.
Dalam
kesempatan itu, Bupati turut mengapresiasi kinerja Dinas Pertanian Kabupaten
Padang Pariaman yang dinilai Kementerian Pertanian sebagai terbaik kedua dalam
progres rehabilitasi lahan terdampak bencana.
Sementara itu, Wakil Bupati Rahmat Hidayat menekankan pentingnya perangkat daerah merespons isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat melalui program kerja yang konkret. Ia juga mengingatkan agar kebijakan WFH tidak disalahartikan sebagai tambahan waktu libur bagi aparatur sipil negara (ASN). “WFH harus diatur dengan baik dan diawasi secara ketat agar tetap produktif,” katanya.
Rapat
koordinasi tersebut ditutup dengan pembacaan kesimpulan oleh Pj Sekda Hendra
Aswara. (BAS/VER)





0 Komentar