Jepang Akan Pertimbangkan Hapus Pemeriksaan Imigrasi Tatap Muka

 

(Foto:Ilustrasi  Kuil Atsuta Jingu di Nagoya, Jepang)
Jakarta, KORANTRANSAKSI.com - Pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk menghapus pemeriksaan imigrasi tatap muka untuk sebagian besar wisatawan asing yang masuk ke negara tersebut. Kebijakan ini dipertimbangkan sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah turis internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir dari Japan Today, pemerintah Jepang berencana untuk mengganti proses wawancara langsung dengan sistem pemeriksaan digital sebelum keberangkatan wisatawan ke Jepang. Melalui sistem tersebut, wisatawan asing nantinya akan diminta mengirimkan berbagai informasi perjalanan secara daring sebelum berangkat.

Data tersebut akan diperiksa terlebih dahulu oleh otoritas imigrasi Jepang untuk menentukan apakah wisatawan akan diizinkan masuk negara tersebut atau tidak. Sistem baru ini akan dikenal dengan nama Japan Electronic System for Travel Authorization (JESTA). Melalui mekanisme tersebut, pengunjung diminta memberikan informasi seperti tujuan perjalanan serta rincian kunjungan sebelum tiba di Jepang.

Setelah data ditinjau, otoritas imigrasi dapat memberikan izin perjalanan atau menolak permohonan masuk. Dengan mekanisme ini, wisatawan yang telah memperoleh persetujuan perjalanan tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan wawancara secara langsung dengan petugas imigrasi di bandara.

Seorang pejabat pemerintah Jepang mengatakan kebijakan tersebut bertujuan untuk menyederhanakan proses masuk wisatawan sekaligus mengurangi antrean panjang di bandara. Menurut laporan tersebut, pemerintah Jepang juga mempertimbangkan untuk merevisi undang-undang pengendalian imigrasi agar sistem baru ini dapat diterapkan. Kebijakan ini akan berlaku bagi wisatawan dari negara atau wilayah yang saat ini memperoleh fasilitas bebas visa untuk kunjungan jangka pendek ke Jepang.

Pemerintah Jepang sendiri menargetkan peningkatan jumlah turis internasional sebagai bagian dari strategi penguatan sektor pariwisata negara tersebut. Dengan sistem pra-screening digital, Jepang berharap proses masuk wisatawan dapat berlangsung lebih cepat tanpa mengurangi aspek keamanan di perbatasan. (TIM)

 


Posting Komentar

0 Komentar