BEM UI Aksi Tuntut Reformasi Polri di Mabes Hari ini

(Foto: Humas BEM Universitas Indonesia)
Jakarta, KORANTRANSAKSI.com - SEBANYAK 500 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia bakal menggelar aksi di Mabes Polri Jakarta, siang ini, Jumat, 27 Februari 2026. Aksi itu digelar untuk segera dilakukan reformasi Polri. Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim KORANTRANSAKSI.com, mahasiswa UI mulai berkumpul di Lapangan FISIP sejak pukul 13.00 WIB membawa jaket almamater mereka.

Beberapa dari mereka ada yang membuat atribut aksi dari spanduk bertuliskan, "INDONESIA GELAP", "APARAT KEPARAT", "POLISI PEMBULLY", " REFORMASI POLRI" dan lainnya.

Saat ini, setidaknya sudah ada 10 bus dan satu mobil pick up dengan pengeras suara yang dihias spanduk merah putih bertuliskan "Suara Rakyat" sudah terparkir di Lapangan FISIP UI. Sementara itu, Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan aksi ini berangkat dari keresahan masyarakat dan mahasiswa melihat kondisi kepolisian yang dinilainya tidak pernah berbenah.

"Terbukti dari banyaknya tragedi kemanusiaan yang disebabkan oleh kepolisian. Oleh karenanya di sini kita berangkat dari keresahan masyarakat dan mahasiswa untuk menyuarakan bahwa reformasi Polri itu hal yang sudah harus dilakukan sekarang," kata Athof, sapaannya.

Lebih lanjut Athof mengatakan, kegiatan aksi ini akan diikuti sebanyak 500 mahasiswa UI menggunakan 10 bus plus dua angkot, dan telah berkoordinasi dengan universitas lain. "Beberapa (universitas) juga ada yang konfirmasi akan turun. Cuma data selanjutnya belum bisa kita buka sekarang," kata Athof.

Di Mabes Polri, Athof mengatakan massa akan membacakan sejumlah tuntutan, namun yang utama dan menjadi agenda besar mahasiswa adalah menuntut reformasi Polri. "Karena itu agenda yang sudah tidak bisa ditunda lagi gitu dan bukan sebatas retorika ya, jadi harus segera dilaksanakan dan transparansinya juga harus ada," ucapnya.

Aksi hari ini dipicu penganiayaan yang dilakukan anggota Brigade Mobil Kepolisian RI atau Brimob Polri, Brigardir Dua Mesias Siahaya terhadap siswa madrasah tsanawiyah berinisial Arianto Tawakal (14 tahun) hingga tewas.

Peristiwa itu terjadi di sekitar Jalan Marren, Kota Tual, Maluku, Kamis, 19 Februari 2026. Arianto dipukul kepalanya menggunakan helm tajtis yang membuatnya kehilangan kendali sepeda motornya dan terjatuh. Saat ini, Mesias sudah dipecat oleh Polri. (RED)

 

Posting Komentar

0 Komentar