Direktur Izin Tinggal
dan Status Keimigrasian Is Edy Ekoputranto mengatakan bahwa, “Layanan ini
adalah wujud hadirnya layanan keimigrasian dalam rangka mendukung percepatan
dan peningkatan investasi nasional”, ujar Is Edy.
Unit Layanan Izin
Tinggal dan Informasi Keimigrasian KEK itu telah diresmikan di KEK
Industropolis Batang, Jawa Tengah, Rabu (12/11). Secara bersamaan, layanan yang
sama diresmikan di KEK Gresik, Jawa Timur, secara virtual.
Lebih lanjut Is menjelaskan, peluncuran I’m SEZ di KEK Industropolis Batang dan KEK Gresik merupakan proyek percontohan untuk implementasi layanan sejenis di KEK lainnya di seluruh Indonesia. “Saat ini terdapat 23 KEK lain yang tersebar di seluruh Indonesia yang antusias untuk menghadirkan layanan keimigrasian di kawasan tersebut,” kata dia.
Ia menyebut peresmian
I’m SEZ ini disambut baik oleh para pengguna dan pengelola kawasan. Kemudahan
dan efektivitas pelayanan izin tinggal yang selama ini menjadi salah satu kesulitan
investor kini dapat terpenuhi.
“Ditjen Imigrasi
berupaya menghadirkan berbagai terobosan inovatif, termasuk di bidang izin
tinggal dan status keimigrasian dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang
ramah, cepat, mudah, dan transparan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala
Biro Pengendalian KEK Dewan Nasional KEK Bambang Wijanarko, pada kesempatan
yang sama, mengapresiasi unit layanan izin tinggal keimigrasian yang baru
diresmikan tersebut. “Kami harap kolaborasi semacam ini terus dapat
ditingkatkan untuk memastikan kemudahan berusaha dan iklim investasi yang
kondusif di Indonesia,” tuturnya.
(TIM/RED)





0 Komentar