![]() |
| (Foto:Ilustrasi Kondisi di Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta) |
Pelaksana Tugas (Plt.)
Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman menyampaikan bahwa, peningkatan PNBP
ini tidak hanya bersumber dari layanan langsung seperti penerbitan paspor,
visa, dan izin tinggal, tetapi juga dari faktor struktural yang memperkuat kinerja
organisasi. “Inovasi layanan dan transformasi digital telah meningkatkan
efisiensi dan kualitas layanan publik, sehingga meningkatkan kepercayaan
masyarakat dan investor,: ujar Yuldi.
Lebih lanjut Yuldi
mengungkapkan, ada beberapa terobosan dan inovasi yang dilakukan selama ini,
yaitu All Indonesia, sistem integrasi lintas instansi yang mempercepat proses
deklarasi penumpang di bandara dan pelabuhan utama. Golden Visa Indonesia,
kebijakan inovatif untuk menarik investor dan talenta global berkualitas.
“Immigration Lounge,
fasilitas premium di bandara internasional yang memberikan pelayanan cepat,
nyaman, dan berkelas bagi pemegang visa prioritas, investor, serta tamu
kenegaraan, “ujarnya.
Selain itu, Direktorat
Jenderal Imigrasi juga melakukan penguatan penegakan hukum dan integritas
internal melalui operasi pengawasan keimigrasian dan penegakan kode
etik.Capaian dan Prestasi Yuldi Yusman menambahkan dalam satu dalam satu tahun
terakhir ini Direktorat Jenderal Imigrasi ada pencapian dan prestasi yaitu
Kampanye "Imigrasi Menjaga Negeri" meraih Silver Winner Anugerah
Humas Indonesia 2025 dan Implementasi Digitalisasi Layanan Izin Tinggal dan
Golden Visa mendapat apresiasi dari KemenPANRB sebagai inovasi pelayanan publik
terbaik.
“Dengan capaian
tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi menunjukkan transformasi nyata dalam
meningkatkan kinerja, integritas, serta kualitas layanan publik berbasis
teknologi dan data, “ ungkapnya.
Yuldi menegaskan bahwa
Direktorat Jenderal Imigrasi komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik
kepada masyarakat, menjamin kepastian hukum bagi WNA, serta menjaga kedaulatan
negara melalui sistem keimigrasian yang adaptif dan berintegritas tinggi.
“Kami ingin memastikan
bahwa setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat dan orang asing atas layanan
keimigrasian dikelola dengan baik dan dikembalikan kepada publik dalam bentuk
pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan berkeadilan,” tambahnya.
“Imigrasi berkomitmen
memastikan bahwa WNA yang berada di Indonesia adalah WNA yang berkualitas,
membawa manfaat ekonomi, sosial, dan teknologi bagi pembangunan menuju
Indonesia Emas 2045, “pungkasnya.
(TIM/RED)





0 Komentar