Jagal Mafia Proyek, Diduga Oknum SKPD Terlibat

Oknum (SKPD) Kabupaten Malang diduga Terlibat dalam proyek-proyek siluman.
Malang, Trans - Sebagaimana upaya Bupati Malang Dr. H Rendra Kresna dalam program mulianya guna untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan meningkatkan infrastruktur, baik jalan maupun infrastruktur lainnya, kerap kali dinodai oleh oknum-oknum (SKPD) Kabupaten Malang yang merasa dirinya kebal hukum dengan berbagai macam cara menjadi sebagai makelar proyek.
Maraknya proyek-proyek siluman yang ditemukan di lokasi proyek (tanpa papan proyek), disinyalir telah direncanakan sebagai langkah antisipasi menutupi praktek bersama antara makelar dengan pelaksana proyek. Papan Proyek yang seharusnya terpasang tidak hanya sebagai sebuah identitas suatu pekerjaan, tetapi fungsi utamanya adalah sosialisasi yang memuat data suatu pekerjaan yang seharusnya terpenuhi dari segi penggunaan anggaran, sumber anggaran, kurun waktu pengerjaan, informasi lokasi, dan tentunya pihak pelaksana yang mengerjakan sebagai bentuk tanggung jawab moral profesionalisme kerja kepada publik.
Namun ironisnya saat ini papan-papan proyek telah menjadi barang paling haram untuk dipasang walaupun dalam aturan agama tidak mengharamkan papan proyek untuk dipasang pada lokasi proyek-proyek yang ada. Melihat dari fungsi vitalnya yang menyuguhkan keterbukaan, kejadian fenomenal ini sering menimpa kalangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Malang. Seperti Dinas PU Bina Marga, DCKTR, Dinas Pertanian Dan Parkebunan, Dinas Pengairan, Dinas Kesehatan, juga Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Malang, serta masih banyak lagi yang lainnya dan sudah menjadi rahasia umum.
Dengan kurangnya keterbukaan publik dan pengawasan hingga ditemukan banyaknya proyek-proyek yang amburadul alias dikerjakan asal-asalan serta banyaknya proyek siluman alias tidak jelas akibat ulah para mafia proyek, tentu saja hal ini dapat merugikan Negara dan Daerah. Serta tujuan dan program Bupati Malang hanya menjadi isapan jempol belaka. Bukan hanya itu saja, para pelaku makelar proyek ini juga tidak segan-segan untuk sengaja melakukan aksi jual beli proyek yang telah mereka menangkan melalui proses lelang tender kepada pihak kedua dan bahkan ada juga pihak kedua menjual kembali ke pihak ketiga.
Praktek ini sudah sangat jelas akan semakin memperkecil jumlah anggaran pengerjaan proyek dan rentan penyelewengan serta hasil dari kualitas bangunan jelas akan sampai pada tingkat yang sangat rendah dan tidak layak serta berbahaya untuk digunakan. Sebagai contoh, pembangunan kolam renang bertaraf internasional stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, yang telah menelan 1 korban hingga tewas, diduga telah menyalahi aturan. Pasalnya pada saat proses pelelangan, ada dugaan kontraktor pemenang tender belum mengantongi sertifikasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3).
Menurut Romdoni, selaku Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Malang, saat ditemui di gedung DPRD Kabupaten Malang beberapa waktu lalu menjelaskan, saat proses pelelangan dalam RKS sudah ditetapkan. "Untuk perusahaan atau kontraktor harus mempunyai sertifikasi K3. Harusnya ada dalam RKS terkait kelengkapan dalam dokumen lelang,” jelasnya.
Tapi fakta di lapangan terbalik, gedung setinggi kurang lebih 20 meter tersebut yang seharusnya memakai alat berat, akan tetapi tak satupun alat berat terlihat melainkan hanya menggunakan cara manual saja.
Terkait pekerjaan tersebut yang notabene disubkontraktualkan, dirinya menampik. Masalah disubkontraktualkan atau tidak, menurutnya, PT yang digunakan oleh salah seorang rekanan asal Kec Dau, Kab Malang itu, merupakan cabang dari PT Mina Fajar Abadi. “Bukan disubkan, namun PT MFA tersebut punya cabang di Malang,” tampiknya.
Info yang didapatkan Koran Transaksi, soal pelaksana inisial "Jt" kontraktor asal Kec Dau, mengakui bahwa hubungan dirinya dengan pemilik PT MFA pemenang tender hanya sebatas kerjasama. Praktek makelar proyek yang memang sengaja dilakukan demi meraup keuntungan untuk memperkaya diri ini, terjadi karena para makelar proyek bersikap dermawan dan senantiasa membagi pendapatan kotor mereka dengan oknum-oknum pegawai Dinas.

Maraknya praktek Kanibalisme terhadap proyek-proyek di Kab Malang, jika terus dibiarkan dan dijadikan budaya, tentu saja harapan masyarakat untuk mendapatkan kesejahteraan tidak sesuai dengan tujuan Dr. H. Rendra Kresna selaku Bupati Malang pada periode kedua masa kepemimpinannya. Bupati bertekad meningkatkan perekonomian masyarakat, dengan mengamanahkan secara langsung kepada para SKPD untuk segera melancarkan peningkatan pembangunan. Namun hal ini akan menjadi bola panas yang akan mempermalukan Dr. H Rendra Kresna sebagai orang nomor satu di Kab Malang, akibat aksi atau ulah para jagal Mafia-mafia Proyek. (gus/sen)

KOMENTAR

Nama

Advertorial,5,Bea Cukai,6,BPN,2,Ekonomi,97,Film,23,Headline,85,Hibura,1,Hiburan,55,Hukum,77,Imigrasi,1,Internasional,1,Karimun,1,Lingkungan Hidup,1,Megapolitan,150,Musik,15,Nasional,265,NCW,1,Nusantara,19,Opini,10,Padang Pariaman,6,Pangkalpinang,1,Pariwisata,2,Pendidikan,43,Pidie,1,Politik,10,Polkam,1,Sepak Bola,11,Sinetron,1,Sport,20,Tasikmalaya,3,Tekno,5,Televisi,13,Trans Aceh,2,Trans Alor,1,Trans Asahan,1,Trans Babel,15,Trans Bali,2,Trans Bandung,5,Trans Banten,96,Trans Batam,3,Trans Batang,1,Trans Bekasi,53,Trans Belitung,5,Trans Beltim,1,Trans Belu,1,Trans Bengkulu,1,Trans Blitar,1,Trans Bogor,5,Trans Cimahi,6,Trans Demak,1,Trans Depok,16,Trans Gorontalo,4,Trans Humbahas,2,Trans Indragiri Hilir,1,Trans Indramayu,1,Trans Jabar,77,Trans Jakarta,67,Trans Jambi,1,Trans Jateng,14,Trans Jatim,107,Trans Jawa,220,Trans Kaimana,1,Trans Kalbar,5,Trans Kalimantan,6,Trans Kalteng,2,Trans Karawang,57,Trans Karo,1,Trans Kepri,4,Trans Klaten,1,Trans Lombok,1,Trans Magelang,1,Trans Magetan,1,Trans Malang,83,Trans Medan,1,Trans NTB,2,Trans NTT,2,Trans Padang Panjang,1,Trans Pagaralam,7,Trans Pangkalpinang,3,Trans Papua Barat,3,Trans Pekalongan,4,Trans Pontianak,1,Trans Prabumulih,5,Trans Purwakarta,2,Trans Raja Ampat,2,Trans Riau,1,Trans Sambas,1,Trans Sampit,1,Trans Sanggau,2,Trans Semarang,3,Trans Sidoarjo,15,Trans Sulawesi,4,Trans Sumatera,47,Trans Sumbar,8,Trans Sumsel,16,Trans Sumut,7,Trans Surabaya,1,Trans Surakarta,1,Trans Tangerang,1,Trans Tangsel,76,Trans Tapanuli Utara,2,Trans Tasikmalaya,2,Trans Tuban,1,Trans Tulung Agung,1,Trans Wonosobo,1,Trans Yogyakarta,2,Transportasi,4,Trasn Sumenep,1,
ltr
item
Koran Transaksi: Jagal Mafia Proyek, Diduga Oknum SKPD Terlibat
Jagal Mafia Proyek, Diduga Oknum SKPD Terlibat
https://3.bp.blogspot.com/-JOqWhBWdnAc/WBmv1Ao4ihI/AAAAAAAABs4/YoJOd4TqXzYiCWHKiU1wBnIkJV5ka-cHQCLcB/s640/Jagal-Mafia-Proyek%252C-Diduga-Oknum-SKPD-Terlibat.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-JOqWhBWdnAc/WBmv1Ao4ihI/AAAAAAAABs4/YoJOd4TqXzYiCWHKiU1wBnIkJV5ka-cHQCLcB/s72-c/Jagal-Mafia-Proyek%252C-Diduga-Oknum-SKPD-Terlibat.jpg
Koran Transaksi
http://www.korantransaksi.com/2016/10/jagal-mafia-proyek-diduga-oknum-skpd.html
http://www.korantransaksi.com/
http://www.korantransaksi.com/
http://www.korantransaksi.com/2016/10/jagal-mafia-proyek-diduga-oknum-skpd.html
true
1002478562800392392
UTF-8
Memuat Seluruh Berita Berita Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN KATAGORI ARSIP CARI SELURUH BERITA Tidak menemukan berita yang sesuai dengan permintaan anda KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow INI KONTEN PREMIUM Silahkan bagikan untuk membuka Salin Seluruh Code Pilih Seluruh Code Semua kode telah disalin ke clipboard Anda Tidak dapat menyalin kode/teks, silakan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin