![]() |
| (Foto:dok) |
Masuknya dua karya
kriya tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Padang Pariaman,
sekaligus membuka ruang lebih luas bagi produk kerajinan daerah untuk dikenal
sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Dalam proses penilaian,
Selendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah mendapat penilaian khusus dari Tim
Penilai Kriya Potensial, diantaranya Didit Maulana dan Dewi Assa'at bersama
tim.
Ketua Dekranasda
Kabupaten Padang Pariaman yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny.
Nita Christanti Azis menyampaikan rasa bangga karena untuk pertama kalinya
karya perajin UMKM Padang Pariaman dapat diperkenalkan secara langsung pada
ajang Kriyanusa.
“Dengan bangga kami
mempersembahkan karya para pengrajin UMKM Kabupaten Padang Pariaman. Untuk
pertama kalinya, Sulaman Kapalo Samek kami promosikan dan perkenalkan. Semoga
dapat menambah kekayaan kriya budaya Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya,
keikutsertaan Padang Pariaman dalam Kriyanusa bukan sekadar ajang untuk
memamerkan produk, namun juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan
budaya daerah sekaligus membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk
berkembang.
“Melestarikan budaya,
membuka peluang, menciptakan masa depan,” menjadi semangat yang dibawa dalam
memperkenalkan karya kriya Padang Pariaman di tingkat nasional.
Kriyanusa 2026 menjadi
ruang strategis untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai karya kriya
unggulan dari daerah. Kehadiran TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman
membawa beragam potensi kerajinan, kreativitas, serta produk UMKM yang mewakili
kekayaan budaya daerah.
Salendang Kapalo Samek,
dengan kekhasan sulaman tradisionalnya, serta Kampia Siriah sebagai bagian dari
kekayaan kriya Padang Pariaman tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga
menyimpan nilai budaya dan keterampilan yang diwariskan antargenerasi.
Masuknya kedua karya tersebut dalam nominasi Kriya Potensial diharapkan dapat menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan produk perajin Padang Pariaman, memperluas pasar, sekaligus mendorong generasi muda untuk ikut menjaga dan mengembangkan warisan kriya daerah.
“Setiap karya bukan
hanya produk, tetapi juga hasil kreativitas, ketekunan, dan upaya melestarikan
warisan budaya,” demikian semangat yang terus digaungkan dalam mendukung
perajin lokal.
Melalui Kriyanusa 2026,
Padang Pariaman tidak hanya membawakan produk, tetapi juga membawakan cerita
tentang budaya, kreativitas, dan kerja keras para perajin untuk dikenal lebih
luas di Indonesia. (VER)





0 Komentar