![]() |
| Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna (Foto:dok) |
Kepala
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna mengatakan
bahwa, "Langkahnya apa? Saya belum buka sekarang. Tunggu tanggal 10 April.
Yang jelas, untuk saat ini program tersebut sudah kami siapkan”, ucap Sengky.
Lebih
lanjut Sengky menjelaskan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan di
masing-masing kantor imigrasi secara mandiri. Durasi pengawasan juga
ditambahkan. "Selama ini kami hanya memberdayakan petugas di bagian
pengawasan. Namun mencermati situasi akhir-akhir ini di Bali, kami tidak hanya
memberdayakan petugas di bagian pengawasan, tapi semua personel di kantor
imigrasi masing-masing," katanya.
Mereka digerakkan untuk mengumpulkan data serta informasi-informasi di lapangan. Termasuk, melakukan pendeteksian dini terkait potensi-potensi yang menimbulkan dampak kerawanan di Bali. Sengky menegaskan, dia juga tidak segan-segan akan memberi sanksi apabila ada anggotanya yang melakukan pelanggaran. "Saya akan mengambil tindakan tegas dan tidak ada toleransi untuk pegawai yang mencoba berbuat menyimpang. Sudah cukup banyak pelanggaran di Bali," tambah dia.
Dia
mengimbau kepada masyarakat apabila ada informasi pelanggaran agar segera
dilaporkan. Sebelum Lebaran, kata dia, pihak imigrasi telah membuka hotline di
masing-masing kantor imigrasi dan terbuka untuk masyarakat.
Akses
hotline ini untuk melaporkan berbagai pelanggaran, termasuk orang asing yang
diduga melanggar aturan. Sebelumnya, Imigrasi Bali menangkap seorang laki-laki
asal Inggris, SL (45). Ketika proses pemeriksaan, SL terdeteksi sebagai subjek
red notice Interpol.
Dia
mendarat di Bali setelah melakukan penerbangan dari Singapura. SL ditangkap
pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 12.45 Wita. SL diduga merupakan pimpinan
sebuah organisasi kriminal internasional. Dia juga disinyalir menjadi dalang
yang mengendalikan anggota jaringannya, yakni dalam operasi pengelolaan perusahaan
fiktif dan tindak pidana pencucian uang (money laundering).
Kepala
Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan, memberikan peringatan kepada
sindikat kejahatan transnasional. “Kami tegaskan bahwa Bali tidak akan pernah
menjadi tempat persembunyian yang aman bagi buronan internasional," ungkap
Bugie. (TIM)





0 Komentar