![]() |
| Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo saat menggelar konferensi pers terkait Operasi Ketupat 2026 di Gedung PTIK, Jakarta pada Senin (2/3/2026) |
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah hal termasuk personel gabungan guna mengamankan kegiatan itu. "Polri menyelenggarakan Operasi Ketupat dengan operasi terpusat yang akan dilaksanakan selama 13 hari, dari tanggal 13 Maret sampai dengan tanggal 25 Maret 2026," kata Dedi. "Pelibatan personel yang dilibatkan gabungan sebesar 161.243 personel," lanjutnya.
Lebih
lanjut, Dedi mengungkapkan prediksi arus mudik yang dibagi menjadi dua
gelombang. "Gelombang pertama itu tanggal 14 sampai tanggal 15 Maret 2026.
Kemudian gelombang kedua tanggal 18 sampai tanggal 19 Maret 2026,"
jelasnya.
Dedi
menjelaskan, pergerakan masyarakat tahun ini beririsan dengan libur Hari Raya
Nyepi sehingga membutuhkan pengaturan lalu lintas dan pengamanan ekstra.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 25-26 Maret 2026
untuk gelombang pertama, serta 28-29 Maret 2026 untuk gelombang kedua.
Dari
hasil survei Kementerian Perhubungan, lanjut Dedi, potensi pergerakan
masyarakat di libur Lebaran 2026 sebesar 143,9 juta orang. Menurut dia, angka
tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Penurunannya sekitar 2,57 juta orang atau 1,75 persen.
Meski
demikian, Polri tetap mengantisipasi adanya potensi peningkatan pergerakan di
lapangan. “Namun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi
peningkatan dalam realita pergerakan,” kata Dedi. (TIM)





0 Komentar