![]() |
| (Foto:Humas Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman) |
Kegiatan ini menjadi
bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan spiritual bagi generasi muda
selama bulan suci Ramadhan. Pesantren Ramadhan tahun ini dijadwalkan
berlangsung mulai 2 Maret hingga 13 Maret 2026. Pembukaan dilaksanakan di
Masjid Raya Baburrahman, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, sementara penutupan
akan digelar di Masjid Baiturahmah, Kecamatan Lubuk Alung.
Kegiatan pembukaan
berlangsung khidmat dan semarak. Acara juga diwarnai dengan pembacaan ayat suci
Al-Qur’an oleh peserta pesantren Ramadhan serta tausiyah yang disampaikan oleh
para peserta, sebagai bagian dari pembinaan mental spiritual dan peningkatan
kepercayaan diri siswa.
Turut hadir mendampingi
Bupati, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang
Pariaman, para staf ahli dan asisten, kepala perangkat daerah, camat, wali
nagari, Kabag Kesra, serta kepala sekolah SD, SMP, dan MTsN se-Kabupaten Padang
Pariaman.
Dalam sambutannya,
Bupati John Kenedy Azis menekankan bahwa nilai utama yang harus ditanamkan
kepada para peserta pesantren Ramadhan adalah sikap saling menghargai.
“Yang paling penting
dalam pesantren ini adalah menanamkan kepada anak-anak kita untuk saling
menghargai, menghargai teman, guru, dan orang tua. Tidak perlu tinggi-tinggi
dulu ilmunya, yang penting mereka bisa saling menghargai,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan pentingnya menanamkan nilai adab kepada para siswa. Menurutnya, adab merupakan dasar dalam membentuk karakter generasi muda yang baik. “Adab ini sangat penting. Jika ada orang berbicara, kita mendengar terlebih dahulu. Saling menghargai ketika orang berbicara di depan. Jika itu dilakukan, maka tidak akan ada lagi siswa yang tidak menghargai gurunya,” tambahnya.
Selain itu, Bupati juga
menyoroti pentingnya pembentukan akhlak serta sikap sopan santun dalam
kehidupan sehari-hari sebagai fondasi utama pendidikan karakter. Menutup
sambutannya, Bupati berharap para guru dapat berhasil menanamkan nilai-nilai
tersebut kepada para siswa selama kegiatan Pesantren Ramadhan berlangsung.
“Jika para guru
berhasil menanamkan nilai menghargai, adab, akhlak, dan sopan santun kepada
anak-anak kita, maka kita akan mampu membentuk generasi emas di masa depan,”
tutupnya. (VER)





0 Komentar