![]() |
| (Foto:Ilustrasi Immigration) |
Kemacetan akhirnya membuat mobil tersebut berhenti. Dari dalamnya turun seorang pria berbaju biru yang langsung berlari ke arah Stasiun MRT Bendungan Hilir. Pria itu berinisial AS. Dia adalah warga negara China sekaligus buronan yang tengah diburu karena kasus kejahatan ekonomi di negaranya. Dia diduga adalah An Shaohong, petinggi tiga emiten yang melantai di BEI lewat aksi backdoor.
Humas
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan, Ardo, menjelaskan pihaknya
sudah memantau pergerakan AS sejak Kamis, 20 November 2025. Ardo menjelaskan, Kedubes
China untuk Indonesia sudah menyampaikan permohonan terhadap Kantor Imigrasi
Jakarta Selatan untuk mencari dan menangkap AS.
Singkat
cerita, AS terdeteksi tinggal di salah satu apartemen di kawasan Kuningan,
Jakarta Selatan. "Tanggal 21 November, anggota melakukan pemantauan di
depan apartemen tersebut dan mengikuti, lalu yang bersangkutan berhenti dan
masuk di lobby apartemen," kata Ardo. Lebih lanjut Ardo mengungkapkan jika
petugas langsung menunjukkan tanda pengenal dan surat perintah kepada AS.
Petugas lalu mengajak AS ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.
Kemudian,
AS lalu menumpang mobil Alphard putih bersama sopirnya. Petugas Imigrasi pun
ikut ke dalam mobil tersebut untuk mendampingi. Di tengah perjalanan, petugas
meminta sopir untuk menepi sebentar dengan maksud menunggu petugas Imigrasi
lainnya. Namun, sopir itu tak menghiraukan permintaan petugas. Mobil lalu terus
melaju hingga Jalan Jenderal Sudirman.
"Di
tengah perjalanan, macet daerah Jaksel menuju Jalan Jenderal Sudirman, yang
bersangkutan keluar mobil sempat diberhentikan oleh petugas kawal dari
kepolisian, namun yang bersangkutan kabur menuju stasiun MRT Benhil,"
tutur Ardo.
Pengejaran
pun terus dilakukan hingga ke dalam stasiun. Dibantu dengan pihak keamanan
stasiun, langkah AS akhirnya bisa dihentikan. "Ketika masuk di stasiun MRT
Benhil, petugas yang mengikutinya dibantu oleh pihak MRT (security dan PIC MRT
Benhil) berhasil memberhentikan langkah yang bersangkutan untuk kabur dari
petugas Imigrasi Jaksel," ucapnya.
Akhirnya,
AS pun diboyong ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan untuk mengurus proses
deportasinya. AS kemudian dideportasi pada 30 November lalu. Proses
deportasinya juga sempat merepotkan petugas. "Sempat (melakukan
perlawanan). Tidak kooperatif untuk mengikuti SOP dalam proses
pendeportasian," beber Ardo.
Dalam video yang diterima, aksi AS sempat menjadi pusat perhatian para calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Ia meronta-ronta hingga harus digotong petugas. Karena aksinya, petugas juga terpaksa mengikat kaki dan tangan AS. "Tapi yang bersangkutan sudah berhasil dideportasi dari Indonesia menuju negara asalnya," tutup Ardo. (TIM/RED)





0 Komentar