![]() |
| Bentrokan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Polisi Perbatasan Timor Leste di wilayah Perbatasan di Kabupaten Timor Tengah Utara (Foto:dok) |
Berdasarkan informasi yang diterima oleh Tim KORANTRANSAKSI.com,
Rabu (27/8), bentrokan dipicu warga setempat yang komplain dengan ulah warga
Timor Leste yang melakukan pengukuran di atas lahan yang masih bersengketa itu.
Hal ini dikarenakan ada perbedaan persepsi terkait batas wilayah Provisional
Agreement on the Land Boundary tahun 2005. Lahan yang disengketakan itu telah
lama digarap oleh warga Desa Inbate untuk pertanian.
Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo
mengatakan, kedua pihak sebelumnya sudah sepakat secara adat bahwa tidak boleh
ada pemasangan patok di atas lahan yang disengketakan itu. Namun, warga Timor
Leste dilaporkan tetap melanggar.
Lahan di Inbate sudah bertahun-tahun disengketakan.
Namun, sampai saat ini belum ada titik temu terkait lahan itu. Pemda pun
khawatir jika dibiarkan semakin lama akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Nah, akhirnya kejadian, ada warga kita yang
tertembak padahal jauh sebelumnya itu pada awal Juli kita sudah bersurat untuk
penanganan lahan sengketa itu, “ kata Yosep.
Dalam bentrokan itu, warga setempat bernama Paulus
Oki mengalami luka tembak dan harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat
perawatan. Beruntung lukanya merupakan luka ringan akibat tembakan peluru
karet. “Warga tersebut saat ini sudah dirawat dan kondisinya sudah membaik,”
ungkapnya.
Polisi
Temukan 8 Peluru di TKP
Kasus ini pun langsung ditangani Polda NTT. Kabid
Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, pihaknya bersama
Satgas Pamtas RI-Timor Leste telah turun ke lokasi untuk menenangkan warga
sekaligus mengimbau agar warga untuk sementara waktu tidak beraktivitas di sana
demi keselamatan bersama.
“Pendekatan persuasif kami kedepankan. Warga tidak
dibiarkan menghadapi situasi ini sendiri. Kami hadir, mendengar keluh kesah
mereka, sekaligus menjembatani komunikasi dengan pihak terkait,” kata Henry.
Olah TKP juga telah dilakukan di lokasi itu. Petugas
Inafis dari Polres TTU menemukan 8 selongsong peluru dan satu proyektil senjata
laras panjang saat melakukan olah TKP.
Kepala Sub Seksi Pengelolaan Informasi Dokumentasi
Media (PIDM) Humas Polres TTU, Ipda Markus Wilco Mitang, mengatakan selongsong
peluru dan satu proyektil itu diduga berceceran saat ditembakkan kepada WNI
yang menjaga tapal batal negara yang sedang disengketakan.
“Kami temukan delapan selongsong peluru dan 1
proyektil dan diduga itu berasal dari senjata polisi Perbatasan Timor Leste
atau Unidade De Patrulhamento Da Fronteira (UPF)," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, terdengar
sekitar 8 kali letusan senjata. Hal ini sesuai dengan temuan 8 selongsong
peluru di TKP. “Akibat tembakan itu, seorang warga alami luka tembak dan tembus
hingga ke bahu kanan,” ujar dia.
Saat ini, kondisi keamanan di wilayah perbatasan
sudah kondusif setelah aparat keamanan dan Forkompimda turun langsung untuk
meredam bentrok tersebut pada Senin (25/8) lalu. (TIM)





0 Komentar