![]() |
| (Foto: Fast Track di Imigrasi Ngurah Rai Bali) |
Ada beberapa pernyataan
yang harus dihindari wisatawan, yang menunjukkan kurangnya dana, uang tunai
yang tidak dilaporkan, atau tidak punya tiket pulang. Hal-hal tersebut dapat
menimbulkan kecurigaan.
Ketidakpastian tentang
rencana perjalanan dan lelucon yang tidak pantas tentang keamanan juga
merugikan. Konsistensi dalam menjawab sangat penting untuk memastikan
kelancaran proses masuk dan mencegah potensi masalah.
Dalam perjalanan ke
luar negeri, pemeriksaan imigrasi adalah salah satu bagian paling menegangkan.
Petugas dilatih untuk bertanya dan menilai wisatawan sedemikian rupa sehingga
mereka dapat melihat tanda-tanda atau masalah apa pun yang mungkin muncul
selama mengunjungi negara yang dituju. Mengatakan hal yang salah di imigrasi
dapat membuat seseorang ditolak masuk.
Berikut pernyataan yang
sebaiknya dihindari saat pemeriksaan imigrasi.
1.
Tak punya catatan keuangan
Seseorang yang memasuki
negara lain harus dapat memenuhi kebutuhan keuangan selama masa tinggalnya.
Jadi, jika mengatakan tidak memiliki bukti keuangan (rekening koran, kartu
kredit, uang tunai), petugas akan ragu. Bisa juga petugas mengira wisatawan
tersebut berniat bekerja secara ilegal. Jadi, bawalah rekening koran, rekening
kartu kredit, dan bukti pendapatan terbaru untuk menunjukkan kemampuan
keuangan.
2.
Membawa banyak uang tunai
Setiap negara memiliki
aturan tentang batas uang tunai yang boleh dibawa. Jika melebihi dari batas
tersebut, petugas akan curiga adanya indikasi cuci uang, pendapatan yang tidak
dilaporkan, atau penyelundupan. Sanksi yang dikenakan berbeda-beda, mulai dari
penyitaan uang tunai hingga denda atau penangkapan. Jadi, cari tahu batas legal
uang tunai sebelum berangkat ke negara lain dan laporkan di bea cukai jika
jumlahnya melebihi batas.
3.
Tak punya tiket pulang
Di beberapa negara,
memiliki tiket pulang merupakan suatu keharusan sebagai bukti bahwa wisatawan
tidak akan tinggal melebihi batas waktu yang diizinkan. Jika mengaku tidak
memiliki tiket pulang di imigrasi, petugas akan curiga pelancong tersebut
berencana untuk tinggal di sana secara ilegal atau mencari suaka.
4.
Tidak punya rencana perjalanan
Sebaiknya buat rencana
perjalanan selama berada di negara asing, mulai dari tujuan, akomodasi, dan
lainnya. Jika tidak punya, petugas bisa curiga bahwa orang tersbeut berniat
terlibat dalam kegiatan yang tidak sah atau tinggal lebih lama dari yang
direncanakan. Petugas imigrasi lebih menyukai orang dengan rencana yang jelas
dan kredibel.
5.
Melontarkan lelucon tak pantas
Sebagian orang merasa
lelucon bisa membuat suasana lebih cair, Namun, melontarkan lelucon berbahaya,
hal itu bisa berdampak buruk dan dapat dianggap sebagai ancaman. Bercanda
tentang bom, terorisme, senjata, narkoba, atau masalah keamanan lainnya dapat
membuat seseorang melalui interogasi, penahanan, atau penolakan masuk secara
langsung. Keamanan dianggap serius di seluruh dunia, dan para pejabat tidak
menoleransi lelucon tentang hal-hal ini.
6.
Jawaban tidak konsisten
Pastikan jawaban di
pemeriksaan imigrasi tidak berbeda dengan jawaban aplikasi visa atau izin kerja
karena hal itu dapat menimbulkan kecurigaan. Ketidakkonsistenan dapat
menunjukkan penipuan atau penyembunyian fakta. Hal itu bisa menyebabkan
interogasi sekunder bahkan penolakan langsung. (TIM)





0 Komentar