Dampak Penambangan Pasir Laut Meluas

Bendahara HNSI Kota Serang Samsudin (tiga dari kanan) saat pertemuan di ruang aspirasi dengan anggota DPRD Kota Serang.
Serang, Trans - Belasan nelayan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mendatangi kantor DPRD Kota Serang. Para nelayan mengadukan aktivitas penambangan pasir laut yang beroperasi di wilayah perairan Kabupaten Serang, yang ternyata memiliki dampak buruk pada nelayan di Kota Serang.
Aktivitas penambangan pasir laut ini dinilai sudah meresahkan nelayan Kota Serang, dan bisa menyulut konflik.
Menurut Didin Samsudin, pengurus nelayan Kasemen, penambangan pasir laut sudah sampai ke Pulau Mujan. Pulau itu merupakan daerah operasional kapal nelayan Karangantu, oleh karenanya penambangan dianggap meresahkan.
Keresahan ini sangat beralasan, karena penambangan pasir laut akan merusak kehidupan di bawah laut, sehingga menyebabkan hewan laut, termasuk ikan, hilang dari habitatnya. 
"Kami khawatir para nelayan terprovokasi dan marah akibat penambangan pasir laut ini, seperti yang terjadi di Lontar. Saat ini nelayan sudah merasa terusik. Tidak hanya manusia, hewan saja kalau diusik akan melawan," kata Samsudin usai pertemuan dengan anggota DPRD Kota Serang.
Bendahara Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Serang ini, juga mengatakan bahwa akibat penambangan pasir itu, penghasilan nelayan merosot tajam, hingga 80 persen.
Setelah adanya penambangan pasir, untuk mendapatkan ikan sebanyak 5 kilo saja nelayan sulit. Hal ini disebabkan, antara lain, karena aktivitas penambangan pasir laut berada hanya 2 kilometer dari bibir ke Pulau Mujan.
"Karena itu, habitat rajungan juga terganggu sehingga menyebabkan kami susah mendapatkannya," kata Samsudin.
Para nelayan berharap tidak ada lagi penambangan pasir di Pulau Mujan atau sekitarnya. Para nelayan tidak peduli apakah wilayah yang menjadi lokasi penambangan pasir adalah wilayah Kabupaten Serang atau Kota Serang. Yang mereka inginkan, penambangan pasir tidak dilakukan di wilayah mereka suka mencari ikan, sehingga ikan-ikan kembali banyak.
"Kami berharap penambangan sudah tidak ada lagi. Bupati kalau bisa nanti jangan memperpanjang izin penambangan kalau sudah habis. Keinginan kami walikota dan bupati berembuk membicarakan masalah nelayan ini. Nelayan kalau hari itu tidak dapat ikan, ya hari itu tidak makan. Jadi, kami khawatir ini akan tersulut sehingga nelayan Karangantu bergabung menjadi satu dengan nelayan Lontar dan melakukan pengusiran perahu penambang pasir. Situasi sudah memanas," ujarnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Muhammad Mishari menuturkan, Komisi II akan menindaklanjuti aspirasi para nelayan dengan melakukan rapat internal komisi dan menyampaikan hasilnya ke pimpinan dewan.
Selanjutnya, Komisi II akan meminta Pemkot Serang dan Pemkab Serang mencari solusi terhadap keluhan para nelayan. “Ini bukan masalah pertama, tetapi sudah terjadi beberapa kali. Sejauh ini tidak ada penyelesaian yang utuh dan kerap kali menimbulkan banyak konflik,” tutur Mishari.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Serang, Muji Rohman menambahkan, bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya, penambangan pasir hampir sampai ke bibir pantai. Keadaan ini menurutnya harus diperhatikan serius oleh Pemkot Serang. Pulau Mujan sendiri, masuk ke Desa Banten, sesuai dengan data yang dimiliki kantor Desa Banten.
"Karena masuk wilayah Kota Serang, makanya harus diselesaikan oleh Pemkot Serang. Efek penambangan pasir ini sangat jelas buat para nelayan, apalagi ada pendangkalan di Sungai Cengkok, yang sekarang penuh dengan pasir," katanya seraya menambahkan, bahwa jika sudah merusak lingkungan, Komisi IV akan membantu para warga, seperti yang sudah dilakukan pada warga yang terkena dampak pencemaran Sungai Cibanten. | Yus/Labora Taruly

KOMENTAR

Nama

Advertorial,5,Bea Cukai,6,BPN,2,Ekonomi,97,Film,25,Headline,88,Hibura,1,Hiburan,63,Hukum,78,Imigrasi,1,Internasional,1,Karimun,1,Lingkungan Hidup,1,Megapolitan,151,Musik,16,Nasional,280,NCW,1,Nusantara,19,Opini,10,Padang Pariaman,6,Pangkalpinang,1,Pariwisata,3,Pendidikan,43,Pidie,1,Politik,10,Polkam,1,Sepak Bola,11,Sinetron,1,Sport,20,Tasikmalaya,3,Tekno,6,Televisi,15,Trans Aceh,2,Trans Alor,1,Trans Asahan,1,Trans Babel,15,Trans Bali,2,Trans Bandung,5,Trans Banten,107,Trans Batam,3,Trans Batang,1,Trans Bekasi,66,Trans Belitung,5,Trans Beltim,1,Trans Belu,1,Trans Bengkulu,1,Trans Blitar,1,Trans Bogor,5,Trans Cimahi,6,Trans Demak,1,Trans Depok,16,Trans Gorontalo,4,Trans Humbahas,2,Trans Indragiri Hilir,1,Trans Indramayu,1,Trans Jabar,77,Trans Jakarta,68,Trans Jambi,1,Trans Jateng,14,Trans Jatim,107,Trans Jawa,220,Trans Kaimana,1,Trans Kalbar,5,Trans Kalimantan,6,Trans Kalteng,2,Trans Karawang,59,Trans Karo,1,Trans Kepri,4,Trans Klaten,1,Trans Lombok,1,Trans Magelang,1,Trans Magetan,1,Trans Malang,83,Trans Medan,1,Trans NTB,2,Trans NTT,2,Trans Padang Panjang,1,Trans Pagaralam,7,Trans Pangkalpinang,3,Trans Papua Barat,3,Trans Pekalongan,4,Trans Pontianak,1,Trans Prabumulih,5,Trans Purwakarta,2,Trans Raja Ampat,2,Trans Riau,1,Trans Sambas,1,Trans Sampit,1,Trans Sanggau,2,Trans Semarang,3,Trans Sidoarjo,15,Trans Sulawesi,4,Trans Sumatera,47,Trans Sumbar,12,Trans Sumsel,18,Trans Sumut,9,Trans Surabaya,1,Trans Surakarta,1,Trans Tangerang,1,Trans Tangsel,82,Trans Tapanuli Utara,2,Trans Tasikmalaya,2,Trans Tuban,1,Trans Tulung Agung,1,Trans Wonosobo,1,Trans Yogyakarta,2,Transportasi,4,Trasn Sumenep,1,
ltr
item
Koran Transaksi: Dampak Penambangan Pasir Laut Meluas
Dampak Penambangan Pasir Laut Meluas
https://3.bp.blogspot.com/-vSIMUXUiKro/WBq1q2XsMoI/AAAAAAAABxE/QuWzTfMmaAsJHb38c7V_tlkcrZcW0ePaQCLcB/s640/Bendahara-HNSI-Kota-Serang-Samsudin-%2528tiga-dari-kanan%2529-saat-pertemuan-di-ruang-aspirasi-dengan-anggota-DPRD-Kota-Serang.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-vSIMUXUiKro/WBq1q2XsMoI/AAAAAAAABxE/QuWzTfMmaAsJHb38c7V_tlkcrZcW0ePaQCLcB/s72-c/Bendahara-HNSI-Kota-Serang-Samsudin-%2528tiga-dari-kanan%2529-saat-pertemuan-di-ruang-aspirasi-dengan-anggota-DPRD-Kota-Serang.jpg
Koran Transaksi
http://www.korantransaksi.com/2016/10/dampak-penambangan-pasir-laut-meluas.html
http://www.korantransaksi.com/
http://www.korantransaksi.com/
http://www.korantransaksi.com/2016/10/dampak-penambangan-pasir-laut-meluas.html
true
1002478562800392392
UTF-8
Memuat Seluruh Berita Berita Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN KATAGORI ARSIP CARI SELURUH BERITA Tidak menemukan berita yang sesuai dengan permintaan anda KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow INI KONTEN PREMIUM Silahkan bagikan untuk membuka Salin Seluruh Code Pilih Seluruh Code Semua kode telah disalin ke clipboard Anda Tidak dapat menyalin kode/teks, silakan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin