Warga Parung Panjang Hidup dalam Kepungan Debu, Kemana Pemerintah?

Truk Tambang di Wilayah Parung Panjang yang menganggu kesehatan masyarakat setempat (Foto:dok)
Bogor, KORANTRANSAKSI.com - Debu jalanan di Parung Panjang tak begitu pekat Rabu (24/1). Namun bagi yang baru menginjakan kaki di Parung Panjang, udara di sana cukup pengap. Ya, meski sudah diguyur hujan, rasanya sumuk. Lengket ke kulit. Masker menjadi andalan jika sedang berada di sana.

Udara segar bebas dari debu menjadi hal yang langka di sana. Ratusan ribu warga dari usia balita hingga lansia setiap hari menghirup oksigen bercampur debu itu. Teras rumah-rumah warga di sana juga tak lepas dari debu. Apalagi yang tinggal di pinggir jalan. Pemiliknya harus rajin rajin membersihkan teras. "Ini masih mending, lagi musim hujan. Kalau kemarau kemarin debunya sudah seperti kabut di puncak," kata Herman warga Desa Gorowong.

Ia tidak sendiri, ada ratusan ribu warga Parung Panjang yang hidup dalam kepungan debu. Camat Parung Panjang, Chairuka Judhyanto mengatakan, saat ini jumlah warga Parung Panjang tercatat ada 134.523 jiwa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat didesak untuk secepatnya merealisasikan rencana penyediaan infrastruktur jalan khusus bagi kendaraan operasional tambang, untuk meminimalkan kepadatan arus dan kecelakaan akibat truk tambang di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Komisi V DPR Mulyadi mengatakan, dirinya akan meminta audiensi dengan Gubernur Jawa Barat untuk segera mengusulkan ke pemerintah pusat agar bisa segera mengintervensi. "Kemarin kami Komisi V menerima audiensi dengan Gerakan Masyarakat Arus Bawah dan Gerakan Masyarakat Parung Panjang untuk Perubahan. saya juga akan meminta audiensi segera dengan Pak Gubernur supaya Beliau bisa mengusulkan agar Pusat bisa segera mengintervensi," katanya. (WONG)

 

Posting Komentar

0 Komentar