Ratusan Petugas Imigrasi Kembangkan Kompetensi Melalui Sistem Belajar Terintegrasi Besutan Kemenkumham

 

(Foto:Humas Direktorat Jenderal Imigrasi)
Jakarta, KORANTRANSAKSI.com - Petugas Imigrasi dari 126 kantor imigrasi dan 33 Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham di seluruh Indonesia ikuti pengembangan kompetensi menggunakan aplikasi belajar milik Kemenkumham RI, Massive Open Online Course (MOOC). Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Asep Kurnia menyebut, pengembangan kompetensi saat ini dengan pendekatan terintegrasi.

“Dengan jumlah pegawai lebih dari 65.000 orang di 895 satuan kerja dan 11 Eselon I di Kemenkumham, tampaknya sudah tidak memungkinkan lagi [difasilitasi] dengan [metode] belajar klasikal. Pembelajaran harusnya tidak hanya di lembaga pendidikan dan pelatihan, akan tetapi juga di tempat kerja kita masing-masing. Oleh karena itu diciptakanlah Massive Open Online Course ini,” ujar Asep saat membuka kegiatan di BPSDM Kemenkumham, Cinere, Depok pada Kamis (12/01/2023).

Ia menjelaskan bahwa setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk diikutsertakan dalam pengembangan kompetensi. Adapun batas minimal pelaksanaan pengembangan kompetensi ini adalah 20 jam pelajaran dalam setahun. Ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 Tahun 2020 Pasal 203.

“Kita mengetahui bahwa pembelajaran di pusat diklat hanya berkisar 10% saja. Sementara [pembelajaran] di tempat tugas hampir 90%. Jadi, model pembelajaran tidak hanya di BPSDM tapi juga di tempat kerja masing-masing. Kita harus mendorong seluruh pegawai untuk bisa belajar dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai maupun organisasi,” imbuhnya.

Saat ini metode pembelajaran mandiri menggunakan aplikasi MOOC masih bersifat open source. Rencananya, dalam satu bulan ke depan akan diujicobakan aplikasi dengan sumber mandiri. Dengan demikian, aplikasi dapat tersambung dengan Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) dan terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara guna pendataan indeks profesionalitas SDM.

Melalui MOOC, peserta pelatihan bisa memilih materi yang mereka sukai. Modul didesain sedemikian rupa dalam bentuk teks dan audio-visual dengan sumber dari best practices yang juga merupakan produk-produk Direktorat Jenderal Imigrasi. Pelaksanaan pengembangan kompetensi melalui MOOC ini merupakan rangkaian acara dalam menyambut Hari Bhakti Imigrasi (HBI) Ke-73 yang akan jatuh pada tanggal 26 Januari mendatang. (ZIK/TIM)


Posting Komentar

0 Komentar