Ada Apa, Loh Kok Sudah Menang Peninjauwan Kembali (PK) Bisa Bersengketa

Foto : Doc

Bekasi, KORANTRANSAKSI.Com – Rever Harianja SH selaku Kuasa Hukum dari Rekson Sitorus memberikan penjelasan terkait sengketa lahan milik kliennya yang diklaim milik PT Bangun Cipta Pratama

Kepada wartawan, Rever Harianja SH mengungkapkan, meskipun sudah memliki bukti, namun selama ini pihak pengadilan tidak tahu bahwa lahan yang dikuasai oleh kliennya dengan bukti Girik Nomor 215 seluas 26.000 m2 tumpah tindih dengan SHGB milik pengembang Kemang Pratama yakni PT Cipta Bangun Pratama.

“Kami sebenarnya sudah menang hingga tingkat PK. Tetapi ada ketentuan baru pada tahun 2018 yang menyatakan di Mahkamah Agung boleh mengadili perkara-perkara yang putusan bertentangan boleh diuji didalam PK yang ke dua.” kata Rever Harianja SH. dalam keterangannya. Jumat, (22/10/2021).

Didalam PK Ke dua ini akui Rever pihaknya sama sekali tidak tahu bagaimana proses putusan dan malah jadi eksepsi PT Bangun Cipta Pratama yang diterima.

“Jadi, saya katakan bahwa saya sebagai pengacara menjadi bodoh, hakim pengadilan menjadi bodoh, hakim PN jadi bodoh, hakim kasasi jadi bodoh dan hakim PK juga jadi bodoh.”ujar Rever Harianja SH heran.

“Mengapa saya katakan bodoh. Masa PK ke dua hanya mengadili dengan eksepsi. Saya yakin jika PK ke dua masuk pada pokok perkara, ini tidak akan mungkin kalah sedemikian rupa.”ia menambahkan.

Oleh karena itu, lanjut Rever hal ini menjadi fakta dilapanggan karena ada keraguan dari mereka dalam hal ini PT Bangun Cipta Pratama bahwa ternyata lahan seluas 28.000 m2 itu ada tiga perkara yang masih berjalan.

“Pertama, perkara kami pasal 633, ada perkara 152 dan ada juga perkara yang lain yang masih berjalan.” bebernya.

Masih kata Rever, pengadilan selama ini mengira bahwa, pihaknya saja yang berhadapan evel to evel atau satu perkara dengan satu perkara namun ternyata dilahan ini sudah ada tiga perkara diluar pihaknya.

“Nah kalau kita jumlah tiga perkara itu, sama dengan jumlah girik No 215 yakni 26.780 m2. HGB nya hanya 18.400 m2. Yang jadi pertanyaanya, pengadilan mau meletakan sita eksekusi di lahan ini. Itu tujuan konstataring untuk mencocokan data.”katanya.

Seandainya sebut Rever, lahan dengan nomor girik C 215 dibandingkan dengan SHGB Nomor 7 Bojong Menteng ada seluas 9.000 m2. Pertanyaanya yang 9.000 m2 milik siapa. Itu yang pertama.

“Kedua, andaikan itu diberikan kepada kami, nanti suratnya darimana. Kalau surat-surat dari Jatiasih, berarti dia (PT Bangun) engga punyak hak atas SHGB nya. Tapi kalau dibuat dari Bojong Menteng, kita tidak berhak,”sebut dia.

Ditanya apakah data dari PT Bangun Cipta Pratama sama dengan data kliennya, Rever Harianja menjelaskan bahwa lokasi dengan luas 26.000 m2 berdasarkan girik C No 215 ada tiga perkara karena pemilik asli menjual kepada tiga orang.

“Pertama lokasi ini kepada Pak Rekson Sitorus, kedua kepada Mamat Bin Teman dan ketiga kepada penjagaalan. Nah jadi dia mau guggat kita atas lahan 18.400 m2 yang kita miliki. Mereka juga mengguggat lokasi yang sama dengan luas lahan 18.400 m2 juga, padahal luas lokasi ini ada seluas 26.000m2.” tuturnya.

Atas itu, pihaknya meminta agar hukum harus ditegakan terkait sengketa lahan yang dialaminya kliennya.

“Tujuan hukum itu ada dua. Pertama, hukum itu harus ditegakan dan kedua dijalankan. meski mereka mengatakan menang dalam perkara ini, tapi keadilannya dimana.”kata dia

Terkait hal itu ia menilai pengadilan melebihi batas yang telah di PUTN kan atau yang diputuskan.”Nah kalau dia misalnya ngambil 18.400 m2 bagaimana perkara lain. Apakah perkara lain juga di eksekusi dengan sartifikat yang sama dengan lahan yang berbeda.” tanyanya.

Meski begitu, kata dia pihaknya tidak merasa terancam dan harus menghormati putusan tersebut.”Tapi kita harus tahu dulu nanti versi pengadilan seperti apa demi keadilan masyarakat. Dimana objek itu yang harus menentukan perkara.”sebutnya

“Bagaimana lahan yang 18.400 m2 bisa mengkooptasi luas lahan 26.000 m2. Saya melihat belum pernah ada keputusan pengadilan seperti ini. Kita lihat aja nanti bagaimana PN Bekasi sebagai eksekutor.”ia melanjutkan.

Oleh karena itu, Ia menduga ada kesalahan atas putusan yang ditetapkan oleh pengadilan karena putusan itu sudah kita adili.

“Dulu PN bilang mereka menang. Tapi kita adili mereka. Kita menang sampai PK, tapi karena ada aturan pada tahun 2018 tadi. Kita kalah. Sakitnya hanya eksepsi yang bisa membatalkan putusan PK kami. Artinya disitu, pengacara bodoh, PN Bodoh PK bodoh. Kasasi bodoh. Ga bisa adili eksepepsi. Gila engga pengadilan kita.”ucap Rever kesal.

Pihaknya pun kata dia akan tetap bertahan dilahan yang diklaim oleh PT Bangum Cipta Pratama tersebut.”Jadi siapapun yang merasa haknya dizolimi, pasti akan bertahan. Tetapi orang mengerti hukum, kita harus menghormati tegaknya hukum.
Tetapi, saat hukum itu tidak mencerminkan keadilan, saya kira semua orang bisa melakukan perlawanan.”tegasnya. (BG dan TIM)

KOMENTAR

Name

Advertorial,5,Bea Cukai,6,BPN,2,Ekonomi,97,Film,26,Headline,121,Hibura,1,Hiburan,65,Hukum,79,Imigrasi,1,Internasional,3,Karimun,1,Lingkungan Hidup,3,Megapolitan,151,Musik,16,Nasional,305,NCW,1,Nusantara,19,Opini,35,Padang Pariaman,14,Pangkalpinang,1,Pariwisata,4,Pendidikan,43,Pidie,1,Politik,10,Polkam,1,Sepak Bola,11,Sinetron,1,Sport,22,Tasikmalaya,3,Tekno,7,Televisi,15,Trans Aceh,2,Trans Alor,1,Trans Asahan,1,Trans Babel,15,Trans Bali,2,Trans Bandung,5,Trans Banten,107,Trans Batam,3,Trans Batang,1,Trans Bekasi,72,Trans Belitung,5,Trans Beltim,1,Trans Belu,1,Trans Bengkulu,1,Trans Blitar,1,Trans Bogor,5,Trans Cimahi,6,Trans Demak,1,Trans Depok,16,Trans Gorontalo,4,Trans Humbahas,2,Trans Indragiri Hilir,1,Trans Indramayu,1,Trans Jabar,78,Trans Jakarta,68,Trans Jambi,1,Trans Jateng,14,Trans Jatim,107,Trans Jawa,220,Trans Kaimana,1,Trans Kalbar,5,Trans Kalimantan,6,Trans Kalteng,2,Trans Karawang,59,Trans Karo,1,Trans Kepri,4,Trans Klaten,1,Trans Lombok,1,Trans Magelang,1,Trans Magetan,1,Trans Malang,83,Trans Medan,1,Trans NTB,2,Trans NTT,2,Trans Padang Panjang,4,Trans Pagaralam,7,Trans Pangkalpinang,3,Trans Papua Barat,3,Trans Pekalongan,4,Trans Pontianak,1,Trans Prabumulih,5,Trans Purwakarta,2,Trans Raja Ampat,2,Trans Riau,1,Trans Sambas,1,Trans Sampit,1,Trans Sanggau,2,Trans Semarang,3,Trans Sidoarjo,15,Trans Sulawesi,4,Trans Sumatera,47,Trans Sumbar,14,Trans Sumsel,20,Trans Sumut,9,Trans Surabaya,1,Trans Surakarta,1,Trans Tangerang,1,Trans Tangsel,129,Trans Tapanuli Utara,2,Trans Tasikmalaya,2,Trans Tuban,1,Trans Tulung Agung,1,Trans Wonosobo,1,Trans Yogyakarta,2,Transportasi,4,Trasn Sumenep,1,
ltr
item
Koran Transaksi: Ada Apa, Loh Kok Sudah Menang Peninjauwan Kembali (PK) Bisa Bersengketa
Ada Apa, Loh Kok Sudah Menang Peninjauwan Kembali (PK) Bisa Bersengketa
https://1.bp.blogspot.com/-cD-W2kSzHuw/YXfyLcfPrTI/AAAAAAAAOQ4/mua7TsMYK6scrBaj1ZUYqgeP81No98JNgCNcBGAsYHQ/s320/ddd.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-cD-W2kSzHuw/YXfyLcfPrTI/AAAAAAAAOQ4/mua7TsMYK6scrBaj1ZUYqgeP81No98JNgCNcBGAsYHQ/s72-c/ddd.jpg
Koran Transaksi
http://www.korantransaksi.com/2021/10/ada-apa-loh-kok-sudah-menang.html
http://www.korantransaksi.com/
http://www.korantransaksi.com/
http://www.korantransaksi.com/2021/10/ada-apa-loh-kok-sudah-menang.html
true
1002478562800392392
UTF-8
Memuat Seluruh Berita Berita Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN KATAGORI ARSIP CARI SELURUH BERITA Tidak menemukan berita yang sesuai dengan permintaan anda KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow INI KONTEN PREMIUM Silahkan bagikan untuk membuka Salin Seluruh Code Pilih Seluruh Code Semua kode telah disalin ke clipboard Anda Tidak dapat menyalin kode/teks, silakan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin