![]() |
| Dua Penumpang yang masih terjebak di dalam gerbong KRL Commuter line mendapatkan bantuan oksigen saat proses evakuasi kecelakaan di stasiun Bekasi Timur |
Kepala Basarnas
Marsekal Madya Mohammad Syafii mengatakan pihaknya melakukan evakuasi sejak
sekitar 30 menit usai insiden terjadi. Prosesnya dilakukan dengan kehati-hatian
sebab masih ada korban selamat yang terjepit.
"Kami harus
melakukan penanganan khusus melibatkan personel-personel yang memiliki
kemampuan khusus untuk melakukan ekstrikasi yang secara teliti dan terukur,
karena ada beberapa korban yang sampai saat ini dan kita mengharapkan bisa kita
evakuasi dalam kondisi hidup. Namun kondisinya masih dalam jepitan material
kereta," kata Syafii.
Korban terdapat di
gerbong belakang KRL. Gerbong itu terbelah dan terhimpit oleh lokomotif KA Argo
Bromo Anggrek. Syafii mengatakan terdapat tiga korban yang masih terjepit hingga
pagi ini. Tim Medis terus mendampingi mereka.
"Korban yang masih
dalam kondisi hidup alhamdulillah masih bisa berkomunikasi dengan baik.
Sehingga dari medis selalu mendampingi untuk memberikan tindakan-tindakan
setiap ada perubahan dan tindakan ekstrikasi dari Basarnas tetap dilakukan
maksimal," ujarnya.
Sementara itu Dirut PT
KAI Bobby Rasyidin mengkonfirmasi hingga Selasa pagi jumlah korban meninggal
dunia mencapai 7 orang. "Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada
kecelakaan kereta pada malam tadi malam. Meninggal dunia itu tujuh orang dan
luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang. Dan yang ada masih terperangkap
itu ada sekitar tiga orang yang terperangkap di dalam kereta," tuturnya. (ZIK)





0 Komentar