Karyawan Google Minta Kerja Sama dengan ICE Dihentikan

(Foto:dok)
Jakarta, KORANTRANSAKSI.com - Dalam surat terbuka yang diterbitkan pada Jumat, hampir 900 karyawan tetap Google menuntut transparansi lebih besar mengenai penggunaan teknologi perusahaan di dalam pemerintahan AS. Google memiliki kontrak penyediaan layanan komputasi awan bagi sejumlah lembaga federal, serta terhubung dengan proyek yang berkaitan dengan penegakan hukum imigrasi di tingkat federal.

Setelah surat tersebut dipublikasikan, seorang karyawan Google yang telah bekerja selama tujuh tahun mengaku kebingungan karena perusahaan masih mempertahankan hubungan dengan lembaga penegak hukum imigrasi.

Dalam setahun terakhir, pemerintahan Trump memperluas program deportasi paksa imigran dengan mengerahkan agen bersenjata dari Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) serta Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) ke sejumlah kota.

Operasi untuk melakukan pemindahan tersebut menyebabkan dua pembunuhan warga negara AS yang menjadi sorotan publik karena mereka sedang mengamati agen federal.

Kekecewaan Para Karyawan

Karyawan Google, Alex yang menyampaikan tuntutan kepada manajemen mengatakan telah bergabung dengan perusahaan tersebut sejak tujuh tahun lalu. "Dulu saya bangga bekerja di perusahaan yang memiliki kompas moral. Sekarang saya tidak bangga lagi," katanya.

Pada 2018, Google membatalkan kontraknya dengan Pentagon terkait Proyek Maven setelah mendapat tekanan dari ribuan karyawan. Proyek tersebut bertujuan mengembangkan teknologi drone yang lebih efisien untuk kepentingan militer Amerika Serikat.

Alex mengatakan kini ia merasa “muak” harus datang bekerja setiap hari, karena menyadari pekerjaannya ikut mendukung operasional agen federal di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), ICE, dan CBP, termasuk dalam upaya menghapus aplikasi yang dinilai mengancam oleh otoritas.

Pada Oktober, Google menyatakan telah menghapus sejumlah aplikasi dari toko aplikasinya yang memungkinkan pengguna melaporkan dan mendokumentasikan keberadaan agen ICE. Langkah serupa juga dilakukan oleh Apple.

Keberadaan Agen ICE                                                      

Pada Oktober, Google menyatakan telah menghapus sejumlah aplikasi dari toko aplikasinya yang memungkinkan pengguna melaporkan dan mendokumentasikan keberadaan agen ICE. Langkah serupa juga dilakukan oleh Apple.

Karyawan Google lain, sebut saja S yang telah bergabung tiga tahun lalu mengatakan jika sejak awal mengetahui adanya kerja sama Google dengan lembaga federal, ia tidak akan menerima pekerjaan tersebut.

"Ini bukan perusahaan tempat saya mendaftar untuk bekerja – saya tidak akan pernah melamar pekerjaan di perusahaan kontraktor militer," katanya.

Alex dan S menyatakan mereka memutuskan angkat bicara mengenai kerja sama Google dengan lembaga federal karena menilai kolaborasi tersebut berkontribusi pada operasi militer yang berdampak pada masyarakat sipil.

Mereka menilai jajaran pimpinan Google, termasuk CEO Sundar Pichai, belum secara terbuka menjelaskan sejauh mana kerja sama perusahaan dengan pemerintah federal. Kondisi itu memicu munculnya surat terbuka dari karyawan yang menuntut transparansi lebih besar.

Para karyawan juga menuntut Google menghentikan penggunaan teknologinya untuk seluruh proyek yang terkait dengan DHS, ICE, dan CBP. Selain itu, mereka meminta perusahaan memberikan perlindungan bagi pekerja dari aktivitas penegakan hukum imigrasi serta menggelar rapat umum karyawan untuk membahas berbagai kekhawatiran yang muncul. (TIM)

 

Posting Komentar

0 Komentar