![]() |
| (Foto:Ilustrasi) |
Kebijakan bebas biaya
visa tersebut sebelumnya dijadwalkan berakhir pada Desember 2025. Namun,
pemerintah memilih memperpanjangnya selama enam bulan sebagai bagian dari
strategi mendorong pariwisata inbound dan memperkuat kontribusi sektor
pariwisata terhadap perekonomian nasional.
Dilansir dari The Korea
Times, Rabu (31/12/2025), pembebasan biaya ini berlaku untuk visa kunjungan
singkat tipe C-3-2, yang dikhususkan bagi wisatawan group tour yang masuk ke
Korea Selatan melalui agen perjalanan resmi.
Adapun enam negara yang
termasuk dalam kebijakan ini adalah China, India, Vietnam, Filipina, Indonesia,
dan Kamboja. Negara-negara tersebut selama ini menjadi pasar utama wisatawan
Asia bagi Korea Selatan, baik untuk wisata, belanja, maupun perjalanan berbasis
budaya.
Sementara itu, Menteri Keuangan
Korea Selatan Koo Yun-cheol mengatakan, perpanjangan kebijakan ini diharapkan
mampu menjaga pertumbuhan jumlah wisatawan asing di tengah persaingan ketat
antarnegara dalam menarik turis internasional. “Langkah ini diharapkan dapat
mempertahankan pemulihan pariwisata dan memberikan dorongan tambahan bagi
perekonomian,” ujar Koo.
Sebelum kebijakan ini
diterapkan, wisatawan grup yang mengajukan visa C-3-2 dikenakan biaya
pemrosesan sekitar 18.000 won per orang, atau setara Rp 208.000. Dengan adanya
perpanjangan pembebasan biaya, wisatawan rombongan dari enam negara tersebut
tidak perlu membayar biaya visa selama periode kebijakan berlangsung.
Pemerintah Korea
Selatan menilai kebijakan ini penting untuk mempertahankan tren positif
kunjungan wisatawan asing yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pelonggaran kebijakan perjalanan internasional, ditambah popularitas budaya
Korea seperti K-pop, K-drama, dan kuliner Korea, turut mendorong minat
wisatawan untuk berkunjung.
Selain itu, wisata grup
dinilai memiliki dampak ekonomi yang cukup besar karena biasanya mencakup paket
perjalanan, akomodasi, transportasi, hingga belanja, sehingga memberi efek
berganda bagi sektor pariwisata dan usaha pendukung lainnya. Dengan
perpanjangan kebijakan bebas biaya visa hingga Juni 2026, pemerintah berharap
arus wisatawan dari kawasan Asia tetap terjaga dan berkontribusi pada pemulihan
ekonomi Korea Selatan secara berkelanjutan.
(ZIK)





0 Komentar