Polres Serang Ungkap Kasus Mafia Tanah Otak Pelakunya, Kepala Desa Silebu

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP David Chandra menunjukkan beberapa barang bukti kasus mafia tanah yang dilakukan Oknum Kepala Desa Silebu, Sae alias Pudib. (foto : Yusvin M Karuyan)
SERANG. KORANTRANSAKSI,com - Penyidik Unit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satuan Reskrim dari Polres Serang, berhasil membongkar kasus mafia tanah yang melibatkan Sae alias Pudib,oknum Kepala Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. Selain menahan oknum kades, penyidik Unit Tipidsus juga menahan 4 orang tersangka lainnya, yang merupakan kaki tangan oknum kades.

Adapun pengungkapan kasus mafia tanah ini, diketahui setelah penyidik membawa dan melimpahkan tersangka dan beberapa barang bukti dari tersangka, ke Kejaksaan Negeri Serang, kemarin.

“Kemarin sudah dinyatakan lengkap oleh JPU Kejaksaan Negeri Serang, dan hari ini akan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap kedua) kepada penuntut umum,”terang Kasat Reskrim Polres Serang, AKP David Chandra Babega sesaat sebelum menuju ke Kejari Serang, Kamis (21/6/2018).

Dikatakan David, pengungkapan kasus mafia tanah yang melibatkan oknum kades, bermula dari pemalsuan sidik jari dan tandatangan atas surat pelepasan hak (SPH) atas tanah milik Wahab seluas 2.024 m3 di Blok 006, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan. Lanjut Kepala Satuan Reskrim Polres Serang ini, Lamri yang dituduh telah menjual tanah milik Wahab, kemudian melaporkan kasus tanda tangan dan sidik jari palsu tersebut ke Mapolres Serang.

Berbekal dari laporan tersebut, tim penyidik Unit Tipidsus langsung melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, diantaranya Kades Silebu dan Camat Kragilan. Dan keterangan yang diperoleh dari para saksi, akhirnya terbongkar mafia tanah yang diduga didalangi oknum kades.

Sementara dalam penggeledehan di kantor desa Silebu, selain mengamankan CPU, printer, serta 1unit kendaraan Toyota Fortenur, petugas juga menemukan puluhan dokumen tanah (warkah) yang sudah dialihkan kepemilikannya.

“Oknum Kades Sae alias Pudin, bersama Sa, Jum alias Kidung, AS dan Mah, kita tetapkan sebagai tersangkaS, setelah pengembangan dari barang bukti yang ditemukan di kantor desa Silebu. Dan kelimanya kita jerat Pasal 263 Jo 266 KUHP tentang pemalsuan dokumen akta ontentik,”ujar David Chandra.

Adapun munculnya kasus mafia tanah yang dilakukan oknum Kades Silebu ini, bermula dari adanya rencana pembebasan tanah di Desa Silebu untuk pembangunan mall. Berbekal surat perintah kerja (SPK) dari PT Sinar Dajili Makmur (SDM), oknum Kades Sae alias Pudin, membuat SPH tanpa diketahui pemilik tanah dan memalsukan tanda tangan serta sidik jari ahli waris.

“Bermodalkan SPK, oknum kades melibatkan empat tersangka lainnya untuk membuat SPH atas beberapa bidang tanah, dengan cara memalsukan identitas pemilik tanah. Dan dari 22 warkah yang kita amankan, 3 diantaranya telah dilaporkan oleh pemiliknya,” ujarnya. (yus)

KOMENTAR

Nama

Advertorial,5,Bea Cukai,6,BPN,2,Ekonomi,97,Film,25,Headline,88,Hibura,1,Hiburan,63,Hukum,78,Imigrasi,1,Internasional,1,Karimun,1,Lingkungan Hidup,1,Megapolitan,151,Musik,16,Nasional,280,NCW,1,Nusantara,19,Opini,10,Padang Pariaman,6,Pangkalpinang,1,Pariwisata,3,Pendidikan,43,Pidie,1,Politik,10,Polkam,1,Sepak Bola,11,Sinetron,1,Sport,20,Tasikmalaya,3,Tekno,6,Televisi,15,Trans Aceh,2,Trans Alor,1,Trans Asahan,1,Trans Babel,15,Trans Bali,2,Trans Bandung,5,Trans Banten,107,Trans Batam,3,Trans Batang,1,Trans Bekasi,66,Trans Belitung,5,Trans Beltim,1,Trans Belu,1,Trans Bengkulu,1,Trans Blitar,1,Trans Bogor,5,Trans Cimahi,6,Trans Demak,1,Trans Depok,16,Trans Gorontalo,4,Trans Humbahas,2,Trans Indragiri Hilir,1,Trans Indramayu,1,Trans Jabar,77,Trans Jakarta,68,Trans Jambi,1,Trans Jateng,14,Trans Jatim,107,Trans Jawa,220,Trans Kaimana,1,Trans Kalbar,5,Trans Kalimantan,6,Trans Kalteng,2,Trans Karawang,59,Trans Karo,1,Trans Kepri,4,Trans Klaten,1,Trans Lombok,1,Trans Magelang,1,Trans Magetan,1,Trans Malang,83,Trans Medan,1,Trans NTB,2,Trans NTT,2,Trans Padang Panjang,1,Trans Pagaralam,7,Trans Pangkalpinang,3,Trans Papua Barat,3,Trans Pekalongan,4,Trans Pontianak,1,Trans Prabumulih,5,Trans Purwakarta,2,Trans Raja Ampat,2,Trans Riau,1,Trans Sambas,1,Trans Sampit,1,Trans Sanggau,2,Trans Semarang,3,Trans Sidoarjo,15,Trans Sulawesi,4,Trans Sumatera,47,Trans Sumbar,12,Trans Sumsel,18,Trans Sumut,9,Trans Surabaya,1,Trans Surakarta,1,Trans Tangerang,1,Trans Tangsel,82,Trans Tapanuli Utara,2,Trans Tasikmalaya,2,Trans Tuban,1,Trans Tulung Agung,1,Trans Wonosobo,1,Trans Yogyakarta,2,Transportasi,4,Trasn Sumenep,1,
ltr
item
Koran Transaksi: Polres Serang Ungkap Kasus Mafia Tanah Otak Pelakunya, Kepala Desa Silebu
Polres Serang Ungkap Kasus Mafia Tanah Otak Pelakunya, Kepala Desa Silebu
https://2.bp.blogspot.com/-wV7zGNN9nSc/Wy0fZiYvJ_I/AAAAAAAAIYA/3HBoDJmoYaQog2EACBB3Haxi5k9SIP-zQCLcBGAs/s1600/Mafia%2BTanah.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-wV7zGNN9nSc/Wy0fZiYvJ_I/AAAAAAAAIYA/3HBoDJmoYaQog2EACBB3Haxi5k9SIP-zQCLcBGAs/s72-c/Mafia%2BTanah.jpg
Koran Transaksi
http://www.korantransaksi.com/2018/06/polres-serang-ungkap-kasus-mafia-tanah.html
http://www.korantransaksi.com/
http://www.korantransaksi.com/
http://www.korantransaksi.com/2018/06/polres-serang-ungkap-kasus-mafia-tanah.html
true
1002478562800392392
UTF-8
Memuat Seluruh Berita Berita Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN KATAGORI ARSIP CARI SELURUH BERITA Tidak menemukan berita yang sesuai dengan permintaan anda KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow INI KONTEN PREMIUM Silahkan bagikan untuk membuka Salin Seluruh Code Pilih Seluruh Code Semua kode telah disalin ke clipboard Anda Tidak dapat menyalin kode/teks, silakan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin