Jelang Arus Mudik, Jalur Pantura Masih Terlihat Rusak dan Berlubang

 

Kondisi Jalan di Jalur Pantura Terlihat Rusak dan Berlubang (Foto:dok)
Subang, KORANTRANSAKSI.com - Di hari ke-14 Ramadan atau 11 hari menjelang puncak mudik, Jalur Pantura di Subang, Jawa Barat, saat ini masih terpantau rusak dan berlubang. Kerusakan tersebut terjadi di Kawasan Jembatan Cilamaya Patokbeusi, Perbatasan Subang-Karawang.

Selain itu kerusakan juga terpantau di beberapa titik di kawasan Sukamandi Ciasem, mulai dari depan alun-alun dan kawasan BP Padi. Sementara itu, kerusakan terparah jalur Pantura terjadi di sepanjang kecamatan Sukasari.

Kerusakan terpantau di sejumlah titik antara lain di Mandalawangi, Batangsari, Jembatan Bugel, Jembatan Cipangaritan, dan Kebonsari. Untuk wilayah Kecamatan Pamanukan, kerusakan terpantau di kawasan Flyover Pamanukan. Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat perbaikan atau penambalan jalan berlubang mulai dilakukan seperti terpantau di kawasan Batangsari, namun hal tersebut baru sebagian kecil.

Sejumlah titik di jalur Pantura yang masih terlihat rusak dan berlubang, baru ditandai dengan cat Pilox warna putih agar terlihat oleh pengendara yang melintas di jalur tersebut. Kondisi jalan berlubang ini sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Karena terpantau lubangnya berdiameter cukup besar dan dalam.

Jalur Pantura yang masih terlihat Rusak dan Berlubang (Foto:dok)
Kondisi jalan berlubang ini banyak dikeluhkan warga pengguna jalan, karena sangat membahayakan bagi para pengendara khususnya pengendara motor. Salah satu pengendara motor, Agus mengatakan bahwa banyak sekali ditemukan jalan yang berlubang dibeberapa titik jalur pantura ini. "Iya, banyak lubang ditemukan di beberapa titik jalur Pantura dan ini sangat membahayakan bagi kami para pengguna jalan, khususnya kendaraan roda dua," ujar Agus Supriatna.

Agus juga mengungkapkan jika, sejumlah titik yang berlubang tersebut rata-rata berada dekat jembatan di sepanjang jalur Pantura Subang hingga Karawang. "Lubangnya sangat banyak di kawasan Jembatan Cikalong, Patokbeusi, Mandalawangi, Sukasari dan Cipangaritan arah Pamanukan. Diameter lubangnya juga sangat besar 1-2 meter sehingga bisa membahayakan bagi pengguna jalan," ucapnya.

"Akibat banyak lubang tersebut, arus lalu lintas sedikit tersendat di lokasi jalan berlubang tersebut, karena banyak kendaraan antre menghindari jalur berlubang," imbuhnya. (TIM/RED)



Posting Komentar

0 Komentar