![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat memberikan paparan sebelum membantu murid Disabilitas untuk mencoba layanan Bus Ramah Disabilitas di Gedung Balaikota DKI Jakarta |
“Kalau
memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak,
karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi
libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home”, ucap Pramono.
Akan
tetapi, jika banjir terjadi pada hari kerja, maka pihaknya akan menerapkan WFH
dan PJJ. “Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa,
saya akan memutuskan untuk dilakukan Work From Home dan Pembelajaran Jarak Jauh
(PJJ)”, tambahnya.
Lebih
lanjut Pramono menegaskan, anggaran penanganan banjir tidak mengalami pengurangan.
anggaran tersebut mencakup normalisasi sungai seperti Ciliwung, dan Krukut,
Pengerukan dan pembelian pompa pompa baru.
“Tidak
ada pengurangan (anggaran). Karena bagaimanapun Jakarta dalam hal penanganan,
untuk menangani cuaca buruk ini, harus dipersiapkan secara baik,” ujarnya.
Pramono
juga menyampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran Operasi
Modifikasi Cuaca (OMC) hingga satu bulan penuh. Menurut dia, langkah tersebut
dilakukan karena kondisi cuaca saat ini tergolong ekstrem.
“Baru
kali ini OMC itu anggarannya dipersiapkan sampai satu bulan penuh. Biasanya
hanya satu, dua, tiga hari. Kami tidak pengin kemudian apa ya, karena ini
memang cuaca ini lagi ekstrem sekali,” pungkas Pram. (TIM/RED)





0 Komentar