NCW Mendesak Menteri Sri Mulyani Segera Ganti Dirjen Bea Cukai

Ketua Umum NCW, Syaiful Nazar, Ketua Dewan Pakar NCW H. Ismail Ibbrahim SH, MH dan Koor. Investigasi NCW Martin Luther saat menggelar jumpa pers.
JAKARTA, KORANTRANSAKSI.com - Nasional Corruption Watch (NCW) mengusulkan kepada Presiden RI Ir Joko Widodo agar memerintahkan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani,  segera melakukan reformasi secara menyeluruh dan berkesinambungan ditubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Nasional Corruption Watch (NCW) juga meminta Presiden RI, Ir Joko Widodo agar segera membentuk Badan Khusus atau Satuan Tugas Khusus dalam rangka optimalisasi pengawasan dan pengamanan hak-hak negara dibidang Pabean dan Cukai.
Nasional Corruption Watch (NCW) mengajukan permintaan kepada  Menteri Keuangan, agar segera mengganti Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi.
Menurut NCW, reformasi menyeluruh dan berkesinambungan, meliputi keterbukaan informasi dan data secara transparan kepada masyarakat, terutama kepada Pers dan lembaga-lembaga penggiat anti korupsi, agar Undang-undang berjalan sebagaimana mestinya. Penerimaan target Bea Masuk dan Cukai dinilai bisa tercapai, apabila Dirjen Bea Cukai lebih aktif dan maksimal meng-ekstensifikasi (manambah jenis barang cukai), sehingga penerimaan bea masuk dan cukai bisa tercapai dalam peningkatan APBN. Namun, belum terlaksana sehingga penerimaan bea masuk dan cukai TIDAK MENCAPAI TARGET yang diharapkan.
Misalnya saja, banyaknya peredaran rokok ilegal masih merajalela dipasaran dan barang impor ilegal!. Tentunya hal ini dapat dikategorikan sudah terindikasi KKN antara oknum Bea Cukai yang berkantor ditempat produsen tersebut dst.
Disamping itu pola mutasi dan promosi harus dilakukan secara profesional dan proporsional. Dan tidak lagi dilakukan atas dasar  “kartel” yakni :   siapa suka siapa, siapa tidak suka siapa, dan siapa titip siapa ?.
Misalnya saja banyaknya kasus disentegritas yang melilit Bea Cukai. Seperti kasus Semarang, Tg Priok, transaksi ppatk yang melibatkan oknum BC dan teman teman seangkatan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi.
Sistem dan prosedur pelayanan secara elektronik perlu dibenahi dan ditingkatkan. Organisasi dan tata laksana perlu dibenahi sehingga tidak ada lagi unit yang tidak optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Optimalisasi pengawasan dan pengamanan hak-hak negara di bidang Pabean dan Cukai, meliputi : Perlu dibentuk semacam Badan Khusus atau Satuan Tugas Khusus yang membantu Bea dan Cukai dalam rangka mengoptimalkan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor maupun komoditi-komoditi tertentu yang diproduksi dalam negeri agar hak-hak negara masuk kas negera. Karena selama ini pengawasan hanya dilakukan oleh jajaran Bea dan Cukai sehingga rentan terhadap manipulasi dan penyelewengan. Badan atau Satuan Tugas tersebut  diharapkan juga ikut melakukan pemeriksaaan fisik barang. Oleh karena itu Nasional Corruption Watch (NCW) mengusulkan agar Inspektorat / Kepatuhan Internal (KI) diangkat dan bertanggung jawab langsung kepada presiden, sehingga kinerja pegawasaan  lebih baik.
Sanksi terhadap oknum pegawai atau pejabat Bea dan Cukai yang terbukti menyalahgunakan tugas atau jabatannya harus diganjar dengan hukuman berat sampai dengan diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat.

Segera Copot
Segera Copot Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi. Alasan pergantian tersebut segera dilakukan karena sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai,  Heru Pambudi masih melindungi dan membiarkan oknum pejabat korup ditubuh Bea dan Cukai, seperti, Aris Murdiyanto yang terlibat dalam kasus urusan daging impor dan Ahmad  Dedy   alias Dedy Congor yang diduga terlibat dalam kasus minuman keras impor, sebagaimana dilansir majalah Tempo.  Dan,  masih ada sederetan nama yang diduga kuat telah melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan jabatan namun dilindungi dan dibiarkan tetap berkiprah di Bea dan Cukai.
Padahal, hal ini sudah ditegaskan oleh Menteri Keuangan  Sri Mulyai melalui Surat Tertulis yang dikirim kepada Kepala Biro Humas dan Imformasi Kementerian Keuang pekan lalu bahwa jika ada pegawai atau pejabat Kementerian Keuangan yang melanggar harus diberikan sanksi berat.
Skandal – skandal tersebut memperlihatkan bahwa reformasi birokrasi di Bea dan Cukai belum beres. Banyak pegawai dan pejabat nakal yang tidak ditindak tegas oleh Dirjen Beadan Cukai Heru Pambudi.
Santer dikalangan Ditjen Bea dan Cukai 3 kandidat yang siap dipromosikan untuk menggantikan Heru Pambudi sbb: Sugeng Aprianyanto (Direktur PenerimaanDijen BC), Wijayanto (Direktur P2 Ditjen BC) dan Saepulah Nasition (Kakanwil Bea Cukai Jawa Barat). (Rel)

KOMENTAR

Nama

Advertorial,5,Bea Cukai,6,BPN,2,Ekonomi,97,Film,25,Headline,96,Hibura,1,Hiburan,63,Hukum,79,Imigrasi,1,Internasional,3,Karimun,1,Lingkungan Hidup,1,Megapolitan,151,Musik,16,Nasional,285,NCW,1,Nusantara,19,Opini,14,Padang Pariaman,6,Pangkalpinang,1,Pariwisata,4,Pendidikan,43,Pidie,1,Politik,10,Polkam,1,Sepak Bola,11,Sinetron,1,Sport,22,Tasikmalaya,3,Tekno,7,Televisi,15,Trans Aceh,2,Trans Alor,1,Trans Asahan,1,Trans Babel,15,Trans Bali,2,Trans Bandung,5,Trans Banten,107,Trans Batam,3,Trans Batang,1,Trans Bekasi,69,Trans Belitung,5,Trans Beltim,1,Trans Belu,1,Trans Bengkulu,1,Trans Blitar,1,Trans Bogor,5,Trans Cimahi,6,Trans Demak,1,Trans Depok,16,Trans Gorontalo,4,Trans Humbahas,2,Trans Indragiri Hilir,1,Trans Indramayu,1,Trans Jabar,78,Trans Jakarta,68,Trans Jambi,1,Trans Jateng,14,Trans Jatim,107,Trans Jawa,220,Trans Kaimana,1,Trans Kalbar,5,Trans Kalimantan,6,Trans Kalteng,2,Trans Karawang,59,Trans Karo,1,Trans Kepri,4,Trans Klaten,1,Trans Lombok,1,Trans Magelang,1,Trans Magetan,1,Trans Malang,83,Trans Medan,1,Trans NTB,2,Trans NTT,2,Trans Padang Panjang,1,Trans Pagaralam,7,Trans Pangkalpinang,3,Trans Papua Barat,3,Trans Pekalongan,4,Trans Pontianak,1,Trans Prabumulih,5,Trans Purwakarta,2,Trans Raja Ampat,2,Trans Riau,1,Trans Sambas,1,Trans Sampit,1,Trans Sanggau,2,Trans Semarang,3,Trans Sidoarjo,15,Trans Sulawesi,4,Trans Sumatera,47,Trans Sumbar,12,Trans Sumsel,19,Trans Sumut,9,Trans Surabaya,1,Trans Surakarta,1,Trans Tangerang,1,Trans Tangsel,82,Trans Tapanuli Utara,2,Trans Tasikmalaya,2,Trans Tuban,1,Trans Tulung Agung,1,Trans Wonosobo,1,Trans Yogyakarta,2,Transportasi,4,Trasn Sumenep,1,
ltr
item
Koran Transaksi: NCW Mendesak Menteri Sri Mulyani Segera Ganti Dirjen Bea Cukai
NCW Mendesak Menteri Sri Mulyani Segera Ganti Dirjen Bea Cukai
https://4.bp.blogspot.com/-lUG0SmYfXTU/WkQqSLOCYpI/AAAAAAAAHLw/4QtdBAgs5ZUVEitv7qb-q9uEP8s4HVArQCLcBGAs/s1600/Ketua-Umum-NCW%252C-Syaiful-Nazar%252C-Ketua-Dewan-Pakar-NCW-H.-Ismail-Ibbrahim-SH%252C-MH-dan-Koor.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-lUG0SmYfXTU/WkQqSLOCYpI/AAAAAAAAHLw/4QtdBAgs5ZUVEitv7qb-q9uEP8s4HVArQCLcBGAs/s72-c/Ketua-Umum-NCW%252C-Syaiful-Nazar%252C-Ketua-Dewan-Pakar-NCW-H.-Ismail-Ibbrahim-SH%252C-MH-dan-Koor.jpg
Koran Transaksi
http://www.korantransaksi.com/2017/12/ncw-mendesak-menteri-sri-mulyani-segera-ganti-dirjen-bea-cukai.html
http://www.korantransaksi.com/
http://www.korantransaksi.com/
http://www.korantransaksi.com/2017/12/ncw-mendesak-menteri-sri-mulyani-segera-ganti-dirjen-bea-cukai.html
true
1002478562800392392
UTF-8
Memuat Seluruh Berita Berita Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN KATAGORI ARSIP CARI SELURUH BERITA Tidak menemukan berita yang sesuai dengan permintaan anda KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow INI KONTEN PREMIUM Silahkan bagikan untuk membuka Salin Seluruh Code Pilih Seluruh Code Semua kode telah disalin ke clipboard Anda Tidak dapat menyalin kode/teks, silakan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin